Berita Langsa

3.000 Karung Bawang Selundupan dari Penang-Malaysia, belum Diperiksa Laboratorium

Pihaknya masih menunggu proses pemeriksaan terhadap bawang merah ilegal sebanyak 3.000 karung/ 9 kg ini.

3.000 Karung Bawang Selundupan dari Penang-Malaysia, belum Diperiksa Laboratorium
For Serambinews.com
ILUSTRASI-Bawang merah selundupan asal Penang, Malaysia disita tim gabungan Bea dan Cukai. 

Pihaknya masih menunggu proses pemeriksaan terhadap bawang merah ilegal sebanyak 3.000 karung/ 9 kg ini, karena masih dalam pengajuan kepada pihak Karantina Tanaman dan Tumbuhan.

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Hingga sepekan lebih, bawang merah selundupan (ilegal) dari Penang, Malaysia yang berhasil ditangkap beberapa waktu lalu di perairan Aceh Tamiang, masih belum dilakukan pemeriksaan oleh pihak Karantina Tanaman dan Tumbuhan.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Kuala Langsa, Mochamad Syuhadak, kepada Serambinews.com, Kamis (22/8/2019) menyampaikan, pihaknya masih menunggu proses pemeriksaan terhadap bawang merah ilegal sebanyak 3.000 karung/ 9 kg ini.

Karena masih dalam pengajuan kepada pihak Karantina Tanaman dan Tumbuhan.

"Lagi proses pengajuan pemeriksaan laboratorium ke karantina," ujar Mochamad Syuhadak singkat saja, melalui pesan whatshApp.

Baca: Beredar Foto Rekomendasi Nikah Gadis yang Meninggal Tergantung, Ini Penjelasan Kepala KUA Luengbata

Sebelumnya, terkait bawang merah selundupan dari Penang, Malaysia sebanyak 3.000 karung atau sekitar 27 ton yang disita pihak Bea Cukai, KPPBC TMP C Kuala Langsa, kini masih menunggu hasil pengecekan pihak Karantina dan Tumbuhan.

"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan atau pengecekan bawang tersebut oleh pihak terkait Karantina dan tumbuhan, karena mereka yang berhak menentukan kelayakannya," ujar Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Kuala Langsa, Mochamad Syuhadak, kepada Serambinews.com, Sabtu (17/8/2019).

Menurutnya, saat ini sebanyak 3.000 karung bawang merah ilegal selundupan luar negeri itu masih diamankan sementara di Markas Kompi 2 Batalyon B Pelopor Aramiah Polda Aceh, di Desa Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

"Setelah nantinya diteliti oleh pihak Karantina dan Tumbuhan, jika bawang ini tidak berbahaya dan layak dikonsumsi, maka akan diajukan ke Bea Cukai Banda Aceh untuk dihibahkan kepada masyarakat," bebernya.

Halaman
123
Penulis: Zubir
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved