Breaking News:

PNA Komplain PSU di TPS 02 Tidak Ada Surat Suara Sah

Pengurus DPW Partai Nanggroe Aceh (PNA) Aceh Timur mengkomplain penghitungan surat suara ulang (PSU) di kotak suara TPS 02

SERAMBI / SENI HENDRI
Petugas KPPS, melakukan perhitungan surat suara ulang terhadap perolehan suara calon anggota DPRA dari daerah pemilihan 6, untuk Partai PNA di Gedung Sport Center (ISC) Idi Rayeuk, Rabu (21/8/2019) siang. 

IDI - Pengurus DPW Partai Nanggroe Aceh (PNA) Aceh Timur mengkomplain penghitungan surat suara ulang (PSU) di kotak suara TPS 02, Gampong Kruet Lintang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Rabu (21/8). Pasalnya, ketika kotak dibuka, tidak ada suara sah di dalamnya. Hanya ada surat suara untuk DPRA yang tersilang.

"Kita komplain kotak suara TPS 02 untuk Kruet Lintang. Saat dibuka tidak ada surat suara sah. Hanya ada surat suara tersilang (surat surat suara tidak terpakai). Karena itu kita pertanyakan kinerja KIP Aceh Timur, kenapa surat suara dalam kotak suara bisa hilang," ungkap Tgk Jailani, selaku Koordinator Saksi dan Wakil Ketua 7, DPW PNA Aceh Timur, kepada Serambi via sambungan telepon, Rabu malam.

Sebelumnya, KPU RI melalui KIP Aceh, Rabu (21/8),  melakukan penghitungan surat suara ulang (PSU) terhadap perolehan suara calon angota DPRA dari daerah pemilihan 6 untuk Partai PNA di gedung Idi Sport Center (ISC) Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Ketua KIP Aceh, Samsul Bahri, yang dikonfirmasi Serambi, mengatakan, penghitungan surat suara ulang ini merupakan tindaklanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) khusus untuk suara DPRA dari Partai PNA di dapil 6, Aceh Timur, yaitu untuk 42 TPS dari 20 gampong di Kecamatan Peureulak Timur.

"Semua TPS sudah selesai dihitung. Tapi ada satu kotak suara di TPS 02, dalam kotak suara tidak ada surat suara sah, tapi yang ada surat suara tersilang. Ini yang mereka komplain," jelas Samsul.

Terkait komplain tersebut, jelas Samsul, pihaknya telah menjelaskan bahwa surat suara tersilang itu adalah surat suara tidak terpakai. "Tidak bisa dibiarkan, karena dikhawatirkan jika tidak disilang surat suara itu bisa disalahgunakan," jelas Samsul, seraya menyebutkan, surat suara tersilang ini bisa terjadi pada kotak suara presiden, atau DPD, DPR RI, dan DPRK.

"Akhirnya kita bermusyawarah, lalu kita cari ke gudang yang disaksikan panwaslih, KIP Aceh Timur, polisi, dan saksi. Setelah ditemukan surat suara sah untuk TPS 02 lalu kita hitung kembali," jelas Samsul. Namun, kata dia,  hasil penghitungan itu juga tidak diterima oleh pengurus partai PNA. "Terima atau tidak terima itu kan hak mereka. Sedangkan kita hanya menghitung kertas suara paling dasar sesuai perintah MK," jelas Samsul.

Dalam sidang pengucapan putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (8/8/2019), Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan dari Partai Nanggroe Aceh. Dalam putusannya, MK memerintahkan KIP Aceh untuk melakukan penghitungan surat suara ulang di Kecamatan Peureulak Timur  untuk suara DPRA daerah pemilihan 6.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved