Berita Bireuen

Abrasi Krueng Teupin Mane Mengganas, Puluhan Hektar Kebun Warga Amblas ke Sungai

Betapa tidak, puluhan hektar kebun produktif, seperti kebun kelapa, coklat, pinang, dan kemiri milik warga setempat, kini telah amblas ke sungai.

Abrasi Krueng Teupin Mane Mengganas, Puluhan Hektar Kebun Warga Amblas ke Sungai
SERAMBINEWS.COM/ FERIZAL HASAN
Abrasi Krueng Peusangan atau Krueng Teupin Mane di kawasan Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, kini semakin mengganas. Foto diambil Jumat (23/8/2019). 

Betapa tidak, puluhan hektar kebun produktif, seperti kebun kelapa, coklat, pinang, dan kemiri milik warga setempat, kini telah amblas ke sungai.

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Abrasi Krueng Peusangan atau Krueng Teupin Mane di kawasan Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, kini semakin mengganas.

Betapa tidak, puluhan hektar kebun produktif,  seperti kebun kelapa, coklat, pinang, dan kemiri milik warga setempat, kini telah amblas ke sungai.

Selain itu, beberapa rumah warga yang ada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan, juga terancam ambruk ke sungai.

Baca: Sempat Diklaim Jadi Makanan Khas Negaranya, Rendang Kini Jadi Varian Kondom di Malaysia

Pantauan Serambinews.com, Jumat (23/8/2019), kawasan terparah abrasi tebing Krueng Peusangan atau Krueng Teupin Mane, terdapat di sebelah timur dan selatan Bendungan Pante Lhong atau Bendungan Krueng Peusangan di Teupin Mane atau Pante Baroe, Juli.

Ratusan meter kebun warga juga sudah amblas ke sungai.

Bahkan kini, kebun kelapa, coklat, pinang, dan kebun kemiri milik warga setempat, juga terus digerus air dan terancam akan terus amblas ke sungai.

Baca: Ini Pejabat Baru Polres Aceh Barat dan Jajaran

 "Kami berharap pemerintah dapat membangun tanggul atau jetty penahan tebing, agar tebing sungai dan kebun warga tidak lagi amblas ke sungai," pinta Abdullah warga Teupin Mane. 

 Dikatakannya, abrasi tebing Krueng Teupin Mane itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

Kini, kondisinya semakin parah dan terus 'memakan' kebun warga.

 "Jika tidak segera dibangun tanggul, lama-kelamaan kebun warga habis digerus sunga, dan bisa mengancam permukiman penduduk," tukas Abdullah. (*)

Baca: Jelang Mubes IKAT Aceh, Tujuh Kandidat Ketua Bermunculan

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved