Jurnalisme Warga

Memanfaatkan Pelatihan Berbasis Kewirausahaan

PELATIHAN merupakan kegiatan belajar dan praktik untuk suatu tujuan yang baik, dilakukan secara berulang dan terus-menerus untuk meningkatkan

Memanfaatkan Pelatihan Berbasis Kewirausahaan
IST
EVI SYAFIANI, Instruktur di LKP Yayasan Furi dan Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Bireuen

OLEH EVI SYAFIANI, Instruktur di LKP Yayasan Furi dan Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Bireuen

PELATIHAN merupakan kegiatan belajar dan praktik untuk suatu tujuan yang baik, dilakukan secara berulang dan terus-menerus untuk meningkatkan kemampuan (continously and never end) manusia.  Jadi, sebagai manusia yang dituntut untuk selalu update maka kita perlu melatih diri menjadi lebih dari sebelumnya agar tak tertinggal dan terus berbenah menjadi pribadi yang cerdas.

Terkait dengan itu, Lembaga Pendidikah Furi yang berdiri sejak 1997 bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Dinas Pendidikan Bireuen, telah melakukan berbagai pelatihan berbasis vokasi menurut program-program yang sedang dan akan dijalankan. Tujuan serangkaian pelatihan ini untuk melahirkan genarasi yang cerdas serta bermanfaat bagi semua pihak dan mengabdi kepada masayarakat sebagai wujud ikut berpatisipasi dalam memajukan bangsa dan negara.

Nah, sebagai lembaga pelatihan dan kursus tentunya kita harus selalu memberikan kontribusi yang memiliki impact besar pada kehidupan masyarakat sekitar, seperti pelatihan gratis yang berbasis kewirausahaan atau pun teknologi. Tak hanya ada, tapi juga tidak bisa melakukan perubahan-perubahan kecil pada kehidupan dan meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik, memangkas angka kemiskinan, dan menciptakan peluang kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

Program pelatihan

PKW atau Pendidikan Kecakapan Wirausaha merupakan program layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan. Pendidikan ini dilaksanakan di Bireuen dengan tujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan menumbuhkan sikap mental wirausaha bagi peserta dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha.

Saya sebagai salah satu instruktur dari lembaga kursus dan pelatihan (LPK) menilai program ini sangatlah bermanfaat dalam melatih masyarakat untuk memiliki skill  tambahan sebagai jalur alternatif membangun jiwa kewirausahaan. Karena berwirausaha tidak hanya akan membantu orang lain di sekitar kita, tapi juga membantu diri sendiri menjadi lebih mandiri.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas masyarakat sekitar dengan penghasilan di bawah rata-rata serta berstatus putus sekolah.  Mereka dilatih selama lebih kurang 15 hari oleh seorang instruktur tata busana,  yaitu Dra Husna yang telah memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan bidangnya.

Adapun materi latihan yang diberikan adalah menjahit pakaian dasar wanita, konsep kewirausahaan, dan salah satu materi tambahan, yaitu menyulam.

Selain materi di atas ada juga materi khusus mengenai strategi pemasaran dan teknik memanfaatkan peluang usaha bagi pengusaha pemula yang diberikan oleh Pak Ricki Yunandar Rousda. Ini merupakan materi terpenting sebagai dasar membangun jiwa kewirausahaan dan jalan menuju wirausaha nantinya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved