Salam

Seriuslah, agar Aceh Tak Lagi Termiskin

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT dikabarkan telah memerintahkan kepada semua Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA)

Seriuslah, agar Aceh Tak Lagi Termiskin
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah 

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT dikabarkan telah memerintahkan kepada semua Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) agar fokus melaksanakan program yang bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran pada bulan ini. Hasil catatan dari Unit Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K) APBA 2019 Setda Aceh, anggaran untuk penurunan angka kemiskinan dan pengangguran yang bisa dilaksanakan kegiatannya pada bulan Agustus ini bersumber dari APBA dan APBN totalnya mencapai Rp 1,3 triliun.

Untuk pelaksanaan kegiatan dan penyalurannya, Plt Gubernur Aceh memberikan waktu kepada semua SKPA selama sembilan hari, mulai 22 hingga-31 Agustus 2019, demikian dikatakan Kepala Unit P2K APBA Setda Aceh, Teuku Ahmad Dadek yang juga Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) di ruang kerja Unit P2K, Kantor Gubernur, Kamis (22/8) sebagaimana dimuat Harian Serambi Indonesia kemarin.

Plt Gubernur Aceh, lanjut Teuku Dadek, sangat tidak ingin jika pada saat sensus penduduk nanti, Aceh masih tercatat sebagai daerah yang persentase penduduk miskinnya terbanyak di Sumatera dan peringkat keenam se-Indonesia. Karena itu, dalam rapat pimpinan evaluasi pelaksanaan kinerja APBA 2019, Nova Iriansyah meminta semua SKPA melakukan pendataan kegiatan program yang bertujuan untuk bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh.

Sebagai sebuah tekad bahkan obsesi, apa yang diinginkan Plt Gubernur Aceh ini sangat masuk akal. Gubernur mana sih yang merasa nyaman dan bisa tidur nyenyak jika provinsi yang ia pimpin lebih dari dua tahun berturut-turut ditetapkan sebagai provinsi termiskin di Sumatera? Ini jelas bukan sebuah prestasi, melainkan kemunduran.

Sebagai penduduk Aceh kita juga patut malu dan kecewa karena ternyata angka kemiskinan di Aceh sukar sekali turunnya. Apalagi bila dikaitkan dengan fakta bahwa Aceh itu daerah yang tidak miskin sumber daya alam dan mendapat kucuran berbagai jenis dana. Termasuk dana Otonomi Khusus yang tidak kecil jumlahnya.

Untuk semester I tahun lalu angka kemiskinan Aceh memang berkurang, tapi persentase penurunannya kecil sekali, hanya 0,36 persen atau sekitar 12.000 orang. Sedangkan yang tetap miskin masih di atas 800.000 orang. Lebih ironisnya lagi, angka kemiskinan di Aceh masih tetap di atas rata-rata nasional yang sudah di bawah satu digit.

Oleh karena itu, semua SKPA terkait harus serius melakukan treatment  agar setiap upaya yang dilakukan benar-benar dapat menusuk langsung kantong-kantong kemiskinan sehingga jumlahnya bisa cepat berkurang. Sudah seharusnya waktu tersisa yang sangat singkat ini dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kerja serius mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh.

Cara yang mungkin paling jitu adalah salurkan segera hingga 100 persen dana miskin senilai Rp 1,3 triliun yang kini masih berada di pos anggaran APBA dan APBN itu pada akhir bulan ini. Jika langkah ini dilakukan serempak, kita optimis bisa menurunkan angka kemiskinan Aceh di bawah 15 persen dan pengangguran di bawah 6 persen pada akhir tahun nanti.

Selama ini terasa sangat sulit bagi Aceh menekan angka kemiskinan di bawah 14 persen, sebagaimana dikehendaki dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Tapi itu bukan berarti tak mungkin. Buktinya, berkurangnya angka kemiskinan tahun ini 0,36 persen atau 12.000 orang, meskipun kecil jumlahnya, tapi itu patut diapresiasi sebagai sebuah prestasi Kabinet Aceh Hebat.

Sekarang tinggal ditelaah dengan cermat apa yang sudah dilakukan sehingga jumlah orang miskin di Aceh bisa berkurang 12.000?  Nah, tinggal ikuti langkah tersebut, lalu optimalkan cara yang sudah tepat tersebut sehingga pengurangan orang miskin bisa dilipatgandakan sebelum tahun 2019 berakhir. Insyaallah tahun depan kita akan dengar kabar gembira bahwa persentase orang miskin di Aceh bisa diturunkan menjadi 14 persen dari 5,2 juta penduduk.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved