Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Luapan

Waspada! Jalan Nasional di Alue Diwi, Abdya Terendam Banjir Luapan

Banjir luapan menggenangi badan jalan sepanjang 80 meter dengan ketinggian antara 20 sampai 50 centimeter

Tayang:
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Satu mobil melintasi banjir luapan yang merendam badan Jalan Nasional di lokasi Alue Diwi, daerah perbatasan Desa Alue Padee dengan Desa Gampong Tengoeh, Kecamatan Kuala Batee, Abdya, Sabtu (24/8/2019) sore. 

Laporan Zainun Yusuf I Aceh Barat Daya

SERAMBIBEWS.COM,BLANGPIDIE - Bila Anda melintasi kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (24/8/2019) malam ini, harus berhati-hati.

Soalnya, badan Jalan Nasional lokasi perbatasan di Alue Diwi atau daerah perbatasan Desa Alue Padee dengan Desa Gampong Teungoeh, Kecamatan Kuala Batee, terendam banjir luapan.

Sungai Alue Diwi di lokasi tersebut terendam setelah diguyur hujan lebat, Sabtu sore, tadi.

"Banjir luapan menggenangi badan jalan sepanjang 80 meter dengan ketinggian antara 20 sampai 50 centimeter," kata Yong Radat, warga yang membuka usaha tidak jauh dari lokasi banjir kepada Serambinews.com, Sabtu sore, tadi.

Meskipun belum berdampak mengganggu arus lalu lintas dari arah Meulaboh-Blangpidie dan sebaliknya, namun kendaraan bermotor roda dua mulai terganggu.

Baca: Jembatan Putus di Jeumpa Bireuen, Warga dan Anak Sekolah Harus Memutar Empat Kilometer

Baca: BPBD Simeulue Dirikan Dapur Umum untuk Konsumsi Calon Penumpang Kapal Feri

Baca: BREAKING NEWS - Simpang Elak Lhokseumawe Terendam Banjir, Kendaraan Tak Bisa Melintas

Diperkirakan, bila hujan terus mengguyur, permukaan air semakin tinggi sehingga arus kendaraan dari dua arah bisa terperangkap di lokasi sebagaimana sering terjadi sebelumnya.

Hujan ringan dan sedang dilaporkan masih mengguyur kawasan Kuala Batee dan Babahrot, sehingga berpotensi ketinggian permukaan banjir meningkat.

"Permukaan banjir yang merendam badan jalan di lokasi ini pernah mencapai sebatas pinggang orang dewasa, sehingga kendaraan dari dua arah terperangkap di dua sisi, meskipun tak berlangsung lama," kata Yong Radat.

Sementara badan jalan di lokasi lain yang rawan terendam di Kabupaten Abdya ketika diguyur hujan lebat antara lain di Desa Alue Mangota, Kecamatan Blangpidie, Desa Suak Labu, Kecamatan Tangan-Tangan, lokasi perbatasan Desa Cot Ba’U dengan Desa Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil, dan Desa Ie Mierah atau lokasi Simpang menuju Terangun Kecamatan Babahrot.

Diberitakan, setelah dilanda kemarau, kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terdiri atas sembilan kecamatan diguyur lebat, Sabtu (24/8/2019) sore.

Guyuran hujan mulai pukul 14.30 WIB dilaporkan berdampak peristiwa banjir luapan di sejumlah kawasan, terutama di Kecamatan Kuala Batee.

“Habis kemarau datanglah banjir,” kata Syamsuwir, warga Desa Krueng Pantoe, Kecamatan Kuala Batee kepada Serambinews.com, Sabtu sore.

Dilaporkan, aliran sungai Krueng Pantoe yang semula kering akibat dilanda kemarau sekian lama, tiba-tiba meluap setelah diguyur hujan lebat, Sabtu sore, tadi.

Eksesnya, saluran daruat Irigasi Alue Thoe yang dibuat seperti talang air dari papan rutuh diterjang banjir.

“Saluran air dari papan sudah runtuh sepanjang 5 meter diterjang banji sore ini,” katanya.

Saluran darurat itu dibangun Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, setelah bendungan Daerah Irigasi (DI) Alue Thoe hancur bersama saluran diterjang banjir dalam peristiwa Oktober 2018 lalu.

“Semula saluran tersebut memang kering akibat kemarau, namun setelah air sungai meluap air yang masuk ke dalam saluran sangat besar sehingga saluran dari papan itu pun ambruk,” katanya.

Peristiwa tersebut mengakibatkan krisis kebutuhan air sawah tetap tidak teratasi.

Padahal, sekitar 150 ha areal sawah di Desa Krueng Panto dan Desa Blang Makmur yang sedang digarap tidak menerima suplai air.

Saluran irigasi masih tetap kering meskipun air sungai meluap. Sebab, kata Syamsuwir, dari saluran yang runtuh itu air kembali mengalir ke aliran Krueng Pantoe.

Para petani mengharapkan kerusakan saluran darurat itu agar bisa diperbaiki kembali karena areal sawah yang sedang digarap Musim Tanam (MT) Gadu 2019, sangat membutuhkan suplai air, sementara saluran belum berfungsi karena telah runtuh.

Informasi diperoleh Serambinewws.com bahwa kawasan Kecamatan Babahrot juga dilanda hujan lebat sore ini, namun belum ada laporan lokasi mana saja yang dilanda banjir.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBK Abdya, Amiruddin dihubungi Serambinews.com mengakui belum menerima laporan peritiwa ambruk saluran darurat Irigasi Alue Thoe, Desa Blang Makmur, Kuala Batee.

“Bila sudah rusak, kita usahakan diperbaiki kembali,” katanya.

Laporan yang diterima Amiruddin, dampak hujan lebat di Kecamatan Kuala Batee, mengakibatkan terjadi luapan Sungai Alue Diwi, kemudian merendam badan jalan lokasi perbatasan Desa Alue Padee dengan Desa Gampong Teugoeh.

Namun, tidak terlalu parah, masih bisa dilintasi kendaraan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved