Rusuh di Papua

Pimpinan OPM ke Media Kanada: Kami Tetap Jaga Perdamaian Tapi Indonesia Selalu Melakukan Kekerasan

Dalam kesempatan itu, presenter CBC News Natasha Fatah menanyakan seputar isu rasisme yang berujung kerusuhan di papua.

Pimpinan OPM ke Media Kanada: Kami Tetap Jaga Perdamaian Tapi Indonesia Selalu Melakukan Kekerasan
Tangkapan layar Twitter @NatashaFatah
Wawancara Benny Wenda dengan CBC News 

"Semenjak adanya isu Papua akan melepaskan diri dari Indonesia, anda menggerakkan orang-orang untuk berjuang, apa protes yang anda ajukan?" tanya Natasha kembali.

"Jakarta yang memprotes Papua, ini pertama kalinya dalam sejarah dua hari yang lalu Indonesia meblok internet akses.

Namun orang orang tetap berkorban dan tak peduli dengan berita itu.

Saya berbicara dengan seseorang di belakang rumah saya dengan telepon, ia mengatakan tanpa menggunakan internet ia tetap bisa memeriksa dan mengirim pesan serta telepon.

Selain itu beberapa militer Indonesia sudah masuk ke Papua dan kerusuhan semakin menjadi dan banyak yang terluka.

Saya membayangkan hal ini seperti yang terjadi di Timor Timur dahulu banyak juga orang yang terbunuh," jawab Benny Wenda.

Baca: Puskesmas Tolak Berikan Ambulans, Seorang Ayah Bawa Pulang Jenazah Anaknya dengan Jalan Kaki

"Lalu bagaimana anda mengantisipasi gerakan selanjutnya yang dilakukan pemerintah yang ada di Jakarta?" lanjut Natasha.

"Kami tetap menjaga perdamaian dan berbicara secara damai, tapi Indonesia selalu membuat kekerasan.

Seperti di Fak-fak, Sorong dan Manokwari, kami berusaha untuk menjaga perdamaian namun Indonesia selalu membawa kekerasan 50 tahun belakangan ini.

Itulah yang membuat kami selalu membuka jalan damai untuk memulangkan warga kami yang berada di Jakarta ke Papua.

Saya juga secara pribadi sudah menelepon Presiden Jokowi dan saya berkata biarka orang-orang saya bebas, berikan kami kemerdekaan," lanjut Benny Wenda.

"Lalu bagaimana tanggapan anda, anda selama ini tinggal di London sejak 2003 jauh dari rumah, kenapa isu itu muncul lagi sekarang?" pertanyaan penutup dari Natasha.

"Saya selalu kontak dengan orang-orang saya selama 24 jam dan selama 50 tahun terakhir tak ada satu orang yang tau.

Tentara Indonesia, dan Polisi selalu mendatangi asrama mahasiswa Papua dan berkata "pulang ke rumahmu Papua Barat monyet," menurut saya itu adalah alasan selama 50 tahun terakhir adanya diskriminasi.

Itu adalah tindakan diskriminasi dan rasisme dan sekarang saatnya bagi kita untuk bersatu dan keluar merobohkan tembok diskriminasi.

Saya berpikir itu juga adalah spontanitas orang Papua untuk meminta refrendum," pungkas Benny Wenda.(*)

Artikel ini telah tayang di gridhot.id dengan judul Koar-koar ke Media Kanada, Pimpinan OPM Benny Wenda: Kami Tetap Jaga Perdamaian Tapi Indonesia Selalu Melakukan Kekerasan di Papua

Editor: Amirullah
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved