Penyandang Disabilitas Nagan Butuh Modal Usaha  

Ratusan penyandang disabilitas di Nagan Raya saat ini membutuhkan modal usaha sebagai upaya untuk kemandirian mereka

Penyandang Disabilitas Nagan Butuh Modal Usaha   
Serambinews.com
Sebanyak 40 penyandang disabilitas mendapatkan keterampilan menjahit dan seni ukir, dari Dinas sosial Bener Meriah, Jumat (2/8/2019). 

SUKA MAKMUE - Ratusan penyandang disabilitas di Nagan Raya saat ini membutuhkan modal usaha sebagai upaya untuk kemandirian mereka. Hal itu juga bertujuan untuk menghindarkan mereka dari meminta-minta. Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Nagan Raya, Ali Efendy kepada Serambi, Minggu (25/8), mengatakan, pihaknya mengajak semua kalangan dan donatur untuk saling membantu para penyandang disabilitas itu, khususnya di Nagan Raya.

Dijelaskannya, masih banyak penyandang disabilitas di daerah itu yang belum mendapatkan bantuan, terutama menyangkut dengan pemberdayaan ekonomi dan pelatihan guna mengasah skill pada bidang tertentu yang bisa mereka kuasai.

Sedangkan untuk bantuan kebutuhan fisik seperti kaki dan tangan palsu serta kursi roda, sebutnya, hampir semua sudah terbantu oleh pemerintah, "Saat ini penyandang disabilitas di Nagan  Raya mencapai ribuan orang. Sebagian di antaranya telah terbantu dan sebagian lagi masih belum," kata Ali Efendy, didampingi Sekretaris DPC PPDI Nagan Raya, TR Johan.

Ia menambahkan, pihaknya akan berusaha memperjuangkan hak-hak disabilitas di Nagan Raya yang membutuhkan pembinaan dan pemberdayaan ekonomi. "Banyak orang disabilitas yang memiliki skill menjahit dan berdagang, tetapi mereka tidak memiliki modal. Sehingga dengan adanya bantuan dan pembinaan diharapkan ke depan para penyandang disabilitas bisa mandiri dan mencegah mereka menjadi pengemis," ulas Ali Efendy.(c45)    

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved