Rangkaian Bunga Kopi

Rangkaian Bunga Kopi Luncurkan Mini Album "Sepiring Mie Aceh Secangkir Kopi Gayo" di Yogyakarta

Peluncuran album tersebut bersamaan dengan peresmian kafe Rangkaian Bunga Kopi di Imogiri Yogyakarta, pada 9/9/2019 mendatang.

Rangkaian Bunga Kopi Luncurkan Mini Album
For Serambinews.com
Cover album Rangkaian Bunga Kopi 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Seniman kopi yang acap berkelana mengkampanyekan Kopi Gayo di berbagai tempat dan kesempatan melalui musik dan puisi, siap meluncurkan mini album bertajuk "Rangkaian Bunga Kopi."

Peluncuran album tersebut bersamaan dengan peresmian kafe Rangkaian Bunga Kopi di Imogiri Yogyakarta, pada 9/9/2019 mendatang.

Mini album Rangkaian Bunga Kopi berisi tiga komposisi yakin "Assalamualaikum, Sengkewe-Mantra Kopi," dan komposisi "Sepiring Mie Aceh Secangkir Kopi Gayo."

Baca: Hujan Bunga Kopi

Baca: Seniman Bunga Kopi Dimakamkan di Karet Bivak, Kepala Taman Budaya Aceh Kirim Bunga

Baca: Rangkaian Bunga Kopi Gelar Pentas Songsong GAMIFest di Fakultas Kopi Jakarta

Baca: Jassin Burhan, Personel Rangkaian Bunga Kopi, Berpulang ke Rahmatullah

Personil Rangkaian Bunga Kopi, Yoppi Andri mengatakan, peluncuran mini album tersebut sebagai bentuk dedikasi mereka kepada kopi Gayo yang harus terus disuarakan ke seluruh negeri.

"Misi kami adalah budaya, bahwa dalam secangkir kopi Gayo terdapat peristiwa budaya yang hebat, dan mari kita apresiasi bersama," kata Yoppi yang juga pemilik Smong Kopi di Bantul, Yogyakarta.

Beberapa waktu lalu, Rangkaian Bunga Kopi menggelar Ekspedisi Seni Kopi Gayo di restoran besar The Atjeh Connection Sarinah Jakarta, bersama-sama dengan Sanggar Pegayon Jakarta.

Rangkaian Bunga Kopi didirikan seniman Yoppi Andri, Yoyok Harnes, Fikar W Eda dan almarhum Jassin Burhan.

Kelompok ini konsisten menyuarakan kopi Gayo dalam pertunjukannya dan sudah pernah tampil di Melbourne Australia.

"Kami adalah penikmat kopi. Dan sangat menghargai kekayaan sumber alam sendiri, dan menyerukan untuk sama-sama memuliakan kekayaan negeri sebagai sumber kesejahteraan petani," kata Yoyok Harenss yang belajar memainkan alat musik sufi, sitar, di India selama tiga tahun. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved