BAS Lanjutkan Pembiayaan ke Perempuan Prasejahtera

Bank Aceh Syariah (BAS) kembali gulirkan pembiayaan untuk kelompok perempuan prasejahtera melalui Koperasi Mitra Dhuafa (Komida)

BAS Lanjutkan Pembiayaan ke Perempuan Prasejahtera
FOTO BANK ACEH SYARIAH
Manager Regional Koperasi Mitra Dhuafa, Muhammad Yusuf melakukan audiensi di center meeting Komida bersama kelompok perempuan penerima pembiayaan di Desa Lambaro Sukon, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Senin (26/8/2019). 

BANDA ACEH - Bank Aceh Syariah (BAS) kembali gulirkan pembiayaan untuk kelompok perempuan prasejahtera melalui Koperasi Mitra Dhuafa (Komida). Penyaluran pembiayaan itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup ribuan masyarakat Aceh. 

Direktur Utama BAS, Haizir Sulaiman melalui Pemimpin Divisi Corporate Secretary, Muslim AR mengatakan, keterbatasan lapangan pekerjaan dan modal menjadi penyebab kemiskinan. Penyediaan dan kemudahan akses modal dan keterampilan menjadi solusi bagi peningkatan taraf hidup masyarakat, terutama bagi kaum perempuan yang produktif. "Selain membantu pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat, penyaluran pembiayaan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di berbagai sektor usaha serta mendorong inklusi keuangan bagi mereka yang belum memiliki akses kepada perbankan," katanya di sela-sela  center meeting Komida di Meunasah Papeun, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, kepada Serambi, Senin (25/8).

Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional, Fadhil Ilyas menambahkan, program kemitraan ini merupakan komitmen pihaknya untuk turut serta dalam program pengentasan kemiskinan. "Kami akan mensinergikan program dengan sejumlah pihak, baik pemerintah maupun swasta yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

Manager Regional A Komida, Muhammad Yusuf, mengatakan penyaluran pembiayaan oleh Komida mengadopsi konsep Grameen Bank yang dirintis Muhammad Yunus, peraih nobel perdamaian di tahun 2006.  Pembiayaan dikhususkan pada sektor produktif dan peningkatan kualitas hidup seperti, sanitasi, pendidikan, instalasi listrik, dan renovasi, sehingga membantu mereka untuk mengembangkan usaha keluarga, agar mampu keluar dari kemiskinan.

"Penerimanya adalah kelompok perempuan pra sejahtera terdiri dari 5-10 orang. Untuk saat ini program ini telah menyentuh lebih dari  8.000 kelompok perempuan atau setara dengan 40.000 pengusaha ultra mikro dan mikro yang tersebar 16 kabupaten dan kota di Aceh," sebutnya.

Plafond yang diberikan mulai Rp 500 ribu hingga Rp 30 juta dengan jangka waktu maksimal 36 bulan. Menurutnya penyaluran pembiayaan tidak hanya bersifat transaksional, tapi juga dilakukan pembinaan melalui pertemuan rutin yang digelar seminggu sekali bagi setiap kelompok.

Penyaluran pembiayaan sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan dan menekan tingkat kemisikinan kaum perempuan dan indikator kemiskinan yang digunakan adalah progress out of poverty index (PPI). Lalu, mereka yang berhak menerima pembiayaan adalah kaum perempuan yang memiliki PPI di bawah nilai 70. "Kami menggunakan indikator tingkat kemiskinan. Umumnya, indeks mengalami peningkatan pasca memperoleh pembiayaan," papar Yusuf.

Yusuf mengatakan, penyaluran pembiayaan ini merupakan lanjutan dari program kerja sama antara Bank Aceh Syariah dan Komida yang telah berjalan sejak 2006. Komida memulai aktivitasnya melalui penyaluran pembiayaan untuk korban tsunami di Aceh dengan membuka kantor cabang pertama di Darussalam, Banda Aceh. "Komida lahir dan besar di Aceh dan apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada Bank Aceh Syariah yang telah menjadi pelopor bagi dukungan materil Komida sejak 13 tahun lalu," ujarnya sambil menambahkan bahwa saat ini Komida memiliki 271 cabang di 34 provinsi dan anggotanya mencapai 600 ribu lebih.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved