Berita Lhokseumawe

BI Lhokseumawe Tertibkan Empat Money Changer tak Berizin   

Keempat Money Changer yang ditertibkan tersebut, dua berada di Lhokseumawe dan dua lagi berada di Gedong Aceh Utara.

BI Lhokseumawe Tertibkan Empat Money Changer tak Berizin    
Foto Dok. BI Lhokseumawe
Petugas BI Lhokseumawe dan personil polisi menertibkan KUPVA BB. 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Petugas Kantor Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe bersama personil Polres Lhokseumawe telah menertibkan empat tempat Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) atau yang sering disebut Money Changer.

Keempat Money Changer yang ditertibkan tersebut, dua berada di Lhokseumawe dan dua lagi berada di Gedong Aceh Utara.

Kepala Kantor BI Perwakilan Lhokseumawe, Yuftizal, barusan, menjelaskan, KUPVA BB atau yan g lebih dikenal dengan sebutan money changer merupakan kegiatan penukaran valuta asing yang dilakukan dengan mekanisme jual dan beli uang kertas asing  serta pembelian cek pelawat.

Sedangkan penertiban ini dilakukan mengacu pada  Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/20/PBI/2016 tentang  KUPVA BB. Dimana setiap kegiatan KUPVA BB wajib memperoleh usaha dari BI.

Sedangkan sebelum dilakukan penertiban ini, pihaknya terlebih dahulu mengidentifikasi tempat Money Changer yang beroperasi tanpa izin.

Sehingga ditemukan empat lokasi, dia dipusat Kota Lhoskeumawe dan dua lagi di Aceh Utara.

Sehingga petugas dan personil polisi, Senin (26/8/2019) mendatangi keempat lokasi tersebut.

"Penertiban dilakukan dengan penjelasan mengenai perizinan KUPVA BB yang dilanjutkan dengan kegiatan pemasangan stiker dan penandatanganan surat  pernyataan penghentian kegiatan usaha penukaran valuta asing sampai dengan yang bersangkutan telah mendapatkan izin usaha dari BI. Sejauh ini pihak-pihak yang ditertibkan telah bersikap kooperatif sehingga kegiatan penertiban dapat berjalan dengan lancar dan kondusif," katanya.

Baca: BI Lhokseumawe Bedah Buku Cara Didik Anak Secara Qurani Karya Dosen IAIN Lhokseumawe

Baca: BI Lhokseumawe Siapkan Rp 1,62 Triliun Uang Pecahan, Ini Jadwal Penukaran Uang di Islamic Center

Baca: Wow, Tas Raksasa Motif Aceh Milik BI Lhokseumawe Masuk Rekor MURI

Setelah itu, dipastikan Yufrizal, pihaknya akan terus memonitor pemenuhan komitmen dari pihak-pihak yang telah ditertibkan.

Kepada penyelenggara yang telah dikenakan pemasangan stiker penertiban di lokasi usaha, dilarang keras untuk merusak, melepas, ataupun memindahkan stiker penertiban dimaksud. Karena bila dilakukan bisa terancam pidana sesuai Pasal 232 KUHP.

"Bank Indonesia mengimbau agar pelaku KUPVA  BB tidak berizin lainnya segera menghentikan kegiatan usahanya dan mengajukan izin ke BI. Sebagai informasi,  bahwa pengurusan izin penyelenggara KUPVA BB di BI adalah gratis, tanpa dipungut biaya apapun," demikian Yufrizal. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved