Lion Grup Berlakukan Tarif Bagasi Baru, Mulai 1 September

Lion Air Group mulai 1 September 2019 memberlakukan penerapan tarif bagasi baru yang berlaku untuk pembelian saat pelaporan di bandar udara

Lion Grup Berlakukan Tarif Bagasi Baru, Mulai 1 September
Myanmar business today
Lion Air 

BANDA ACEH - Lion Air Group mulai 1 September 2019 memberlakukan penerapan tarif bagasi baru yang berlaku  untuk pembelian saat pelaporan di bandar udara karena kelebihan berat atau dimensi (excess baggage ticket). Batik Air sebagai maskapai berkonsep layanan penuh memberikan bagasi tercatat cuma-cuma 20 kilogram. Sementara Lion Air dan Wings Air sebagai maskapai kategori layanan minimum menerapkan bagasi tercatat nol kilogram. Artinya apabila membawa bagasi maka penumpang harus membayar.

"Seiring perkembangan pasar penerbangan, Lion Air dan Wings Air sudah memberlakukan penerapan bagasi nol kilogram serta mengenakan biaya terhadap kapasitas berat bagasi tercatat untuk penerbangan domestik dan internasional," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers yang diterima Serambi, Selasa (27/8).

Dikatakan, untuk biaya kelebihan bagasi (excess baggage) mengikuti berat aktual sesuai aktual penghitungan timbangan di bandar udara dan tetap dikenakan apabila tamu atau penumpang membawa bagasi melebihi berat, setelah dibandingkan dengan baggage allowance  dan pre-paid baggage.

Danang menambahkan tarif  kelebihan berat atau dimensi  dihitung per kilogram  berbeda-beda menurut maskapai pada rute yang dilayani. "Untuk penambahan dari Banda Aceh ke Jakarta bervariasi dari kebutuhan pebisnis atau traveller," sebutnya.

Ia mencontohkan maskapai Lion Air untuk rute dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng ke Bandara Adisutjipto Yogyakarta dikenakan tarif kelebihan berat bagasi Rp 24.000/kg. Sementara dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Kualanamu Medan dikenakan tarif Rp 49.000/kg. Sedangkan maskapai Batik Air dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Adisutjipto tarif yang dikenakan Rp 33.000/kg, dan dari Bandara Soekarno Hatta ke Kualanamu Rp 70.000/kg.

Terkait dengan layanan bagasi tercatat nol kilogram, Danang menjelaskan opsi tersebut menawarkan setiap wisatawan dan pebisnis dapat melakukan traveling lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi menurut kebutuhan perjalanan.

Pembelian kuota bagasi (extra baggage allowance) yang dilakukan sebelum waktu keberangkatan (pre-paid baggage) tersedia 5, 10, 15, 20 kilogram dengan maksimum pembelian 30 kilogram per penumpang.

Lion Air dan Wings Air mengimbau kepada travelers untuk mempersiapkan rencana perjalanan lebih awal dengan “tren perjalanan udara simpel”. Jika akan membawa bagasi saat bepergian maka dapat membeli bagasi menggunakan voucher bagasi melalui agen perjalanan (agent travel), www.lionair.co.id dan kantor penjualan tiket Lion Air Group.

Tarif pembelian voucher bagasi berlaku tetap sejak mulai diberlakukan, tidak mengalami perubahan dihitung per kilogram berbeda-beda menurut maskapai pada rute yang dilayani. Pembelian bagasi dengan harga lebih hemat bisa dilakukan pada saat dan setelah pembayaran tiket (issued ticket), ketentuan batas waktu maksimum enam jam sebelum keberangkatan.

"Travelers akan mendapatkan nilai lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi yang disesuaikan tingkat keperluan. Sebaliknya, bila berangkat tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi," kata Danang.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro  mengatakan, setiap travelers (kecuali bayi), diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) dengan maksimum berat 7 kilogram dan satu barang pribadi seperti tas laptop atau  perlengkapan bayi atau bahan membaca, kamera atau tas jinjing wanita ke dalam kabin yang mengikuti aturan berlaku sesuai maksimum ukuran dimensi bagasi kabin 35 x 30 x 20 cm.

Dalam mempersiapkan penerbangan, Lion Air dan Wings Air mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk check-in lebih awal yaitu paling tidak 120 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan di terminal keberangkatan bandar udara. Hal tersebut guna meminimalisir dampak dari antrean panjang di meja pelaporan (check-in counter).

Ia menambahkan counter check-in di bandar udara tutup 30 menit sebelum waktu keberangkatan untuk penerbangan domestik atau 45 menit sebelum waktu keberangkatan untuk penerbangan internasional, dan pintu keberangkatan tutup 10 menit sebelum waktu keberangkatan.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved