Mangkir Tugas Sejak 2014, Ratno Diberhentikan Sebagai PNS, Ternyata Ia Dibunuh Keluarga Sendiri
Mereka dibunuh oleh saudara sendiri, Irvan Firmansyah (31) dan Achmad Saputra (27), yang merupakan anak Minah.
Mangkir Tugas Sejak 2014, Ratno Diberhentikan Sebagai PNS, Ternyata Ia Dibunuh Keluarga Sendiri
Laporan Wartawan Tribun Jateng Permata Putra Sejati
SERAMBINEWS.COM, BANYUMAS - Satu dari empat korban pembunuhan keji satu keluarga di Banyumas adalah Supratno (56) yang biasa dipanggil Ratno.
Ratno merupakan anak pertama Misem atau kakak Saminah (53) yang disangkakan mengotaki pembunuhan itu.
Ratno merupakan duda satu anak dan putrinya, Fifin Dwi Loveana atau Pipin (27), juga bernasib seperti sang ayah, menjadi korban pembunuhan.
Mereka dibunuh oleh saudara sendiri, Irvan Firmansyah (31) dan Achmad Saputra (27), yang merupakan anak Minah.
Sebelum meninggal dibunuh, Supratno bekerja sebagai petugas perpustakaan di SMPN 4 Banyumas.
Baca: Geger Temuan 4 Kerangka Manusia di Banyumas, Ibu dan 3 Anaknya Jadi Tersangka, Ini Motif Pembunuhan
Baca: Istri Bakar Suami Saat Tidur, Lari dan Lompat ke Sungai Untuk Padamkan Api, Begini Kronologinya
Bagaimana sekolah tempat bekerja mencari kabar keberadaan pegawainya yang menghilang sejak Oktober 2014 tersebut?
Penelusuran Tribunjateng.com, Supratno sudah bekerja di sekolah ini sejak 1996.
Nasrun, guru SMPN 4 Banyumas, menyatakan Supratno dan keluarganya semula pendatang dari Jakarta yang tinggal di Banyumas.
Dua tahun setelah sekolah itu berdiri pada 1994.
Ratno bergabung untuk menjadi tenaga administrasi berstatus honorer.
Baru pada Januari 2009, dia diangkat menjadi PNS dan ditempatkan sebagai petugas perpustakaan.
Almarhum tercatat terakhir kali berangkat bekerja pada 2 Oktober 2014.
Baca: Kenalan di Medsos, Petugas PPSU Ini Pikat Bule Austria, Siap Susul ke Negeri Asal
Baca: Dulu Pernah Ngetop, Deretan Artis Ini Kini Jatuh Miskin: Artis Cantik Ini Jualan di Warung Kopi
"Kalau berdasarkan data absensi, Ratno ini terakhir masuk Kamis tanggal 2 Oktober 2014. Mulai menghilang tidak ada kabar lagi itu pada 4 Oktober 2014," ujar Kepala Bagian Tata Usaha SMPN 4 Banyumas, Suparyo, kepada Tribunjateng.com, Rabu (28/8/2019).