Penyelundupan Bawang Merah

Berbahaya jika Dikonsumsi, Bawang Merah Selundupan Akan Dimusnahkan di Mako Brimob Aramiah

Sebanyak 3.000 karung atau 27 ton bawang merah ilegal (selundupan) dari Penang Malaysia, akan dimusnahkan Jumat besok.

Berbahaya jika Dikonsumsi, Bawang Merah Selundupan Akan Dimusnahkan di Mako Brimob Aramiah
For Serambinews.com
Bawang merah selundupan asal Penang Malaysia disita tim gabungan Bea dan Cukai. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Sebanyak 3.000 karung atau 27 ton bawang merah ilegal (selundupan) dari Penang Malaysia yang berhasil ditangkap tim gabungan Bea Cukai dua pekan lalu, Jumat (30/8/2019) besok akan dimusnahkan.

Sejak ditangkap pada tanggal 14 Aguatus 2019 lalu, 3.000 karung bawang merah ilegal itu diamankan di Markas Kompi 2 Batalyon B Pelopor Aramiah Polda Aceh, di Desa Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Kasubsi Penyidikan KPPBC TMP C Kuala Langsa, Doddy Agus Teguh, kepada Serambinews.com, Kamis (29/8/2019) mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium oleh pihak Karantina dan Tumbuhan terlait, bawang selu

Baca: Jenazahnya Dibakar Kekejian Ibu Tiri, M. Adi Pradana Ternyata Teman Sekolah Al Ghazali

Baca: Daftar Denda Tilang yang Harus Dibayar Jika Melanggar 12 Target Utama Razia Operasi Patuh 2019

Baca: Simak Alasan Walikota Lhokseumawe Terapkan Bahasa Aceh di Perkantoran hingga Surat Menyurat

Baca: Satu Anggota DPRK belum Dilantik, Dilaksanakan Seusai Ketua Dewan Terpilih

Baca: Hari Jadi Subulussalam Dipersoalkan, Antara 15 Juni dan 14 September

Baca: Rencana Kenaikan Iuran BPJS 100 Persen Akan Kuras APBA, Kemungkinan Besar JKA Dihapus

ndupan asal Penang, Negara Malaysia ini berbahaya bila dikonsumsi.

"Hasil pemeriksaan di laboratorium yang disampaikan pihak Karantina Makanan dan Tumbuhan, bawang merah tersebut mengandung zat berbahaya," jelasnya.

Doddy menambahkan, selain itu kini kondisi sebagian besar bawang merah ilegal yang diselundupkan dari luar negeri melalui perairan Aceh Tamiang ini juga telah membusuk, sehingga harus segera dilakukan pemusnahan. 

Untuk proses pemusnahan bawang merah ini akan dilakukan dengan cara ditanam di dalam tanah di Markas Kompi 2 Batalyon B Pelopor Aramiah Polda Aceh, di Desa Aramiah, pada Jumat (30/8/2019) besok. 

“Semua bawang merah selundupan tersebut akan dimusnahkan, karena mengandung bahan berbahaya dan tidak memungkinkan untuk dikonsumsi," tutup Doddy. 

Sebelumnya diberitakan, Tim gabungan Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC), Rabu (14/8/2019) malam berhasil menggagalkan penyelundupan bawang merah ilegal sebanyak 3.000 karung dari Penang, Malaysia.

Penyergapan dilakukan Satgas Patkorkastima 25A Sektor Pesisir Timur Aceh, Kanwil DJBC Kepri, Kanwil DJBC Aceh, KPPBC TMP C Kuala Langsa, PSO Tanjung Balai Karimun, di perairan Aceh Tamiang.

Selain menyita bawang merah 3.000 karung atau sekitar 27.000 kg ini, petugas Bea dan Cukai juga mengamankan seorang nahkoda JS dan 4 orang ABK, serta 2 unit kapal motor (KM) Tetap Semangat-1 GT 20 No 246/QQd.(*)

Penulis: Zubir
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved