Jurnalisme Warga

Mengeksplorasi Sentra Kerajinan Masyarakat di Pidie

Salah satu bait syair yang sering dilantunkan masyarakat Pidie ini menunjukkan bahwa terdapat sentra produksi kerajinan masyarakat

Mengeksplorasi Sentra Kerajinan Masyarakat di Pidie
IST
NURMAHDI NURDHA, desainer grafis dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie, melaporkan dari Sigli, Pidie

OLEH NURMAHDI NURDHA, desainer grafis dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie, melaporkan dari Sigli, Pidie

Di Blang Galang geutop umpieng

Di Karieng geuputa jok

Di Me Meuaneuk geuramah sagee

Di Gampong Aree geupeugot kipah

Salah satu bait syair yang sering dilantunkan masyarakat Pidie ini menunjukkan bahwa terdapat sentra produksi kerajinan masyarakat yang terzonasi dengan rapi di Kabupaten Pidie. Setiap wilayah memiliki jenis barang tertentu yang dihasilkan oleh masyarakat sebagai produk kerajinan. Hal ini sekaligus membuktikan adanya keragaman keahlian di antara masyarakat pada suatu tempat dengan masyarakat yang ada di tempat lain.

Keahlian ini diperoleh secara turun-temurun sehingga sangat mudah untuk mendeteksi wilayah-wilayah yang memiliki kearifan tertentu dalam berkarya menghasilkan barang sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat. Bagi yang ingin memperoleh barang yang dihasilkan ini dengan mudah bisa diperoleh jika enggan membelinya di pasar. Caranya adalah dengan langsung mendatangi daerah sentra produksi yang ada di rumah-rumah penduduk dalam wilayah tertentu.

Dari keempat wilayah yang disebut dalam syair di atas, dapat dijelaskan satu per satu. Misalnya, Blang Galang. Gampong ini terletak di Kecamatan Pidie dan berjarak hanya sekitar empat kilometer dari Kota Sigli. Kerajinan masyarakat yang mencuat di sini adalah top umpieng.

Umpieng ialah salah satu produk makanan yang dibuat dari gabah ketan yang ditumbuk (top) menggunakan jeungki, alat penumbuk tradisional. Alat ini berupa sebatang balok yang panjangnya sekitar tiga meter yang pada ujungnya terdapat alu. Di antara batangan balok diberikan penyangga. Dioperasikan dengan cara menginjak pangkal balok sehingga membuat alunya naik turun. Dengan cara inilah alu akan membuat gabah ketan tadi menjadi pipih. Hasilnya disebut umpieng.

Umpieng bisa ditemukan di toko-toko penjual makanan di Sigli, Grong-grong, dan Beureunuen. Bisa juga disantap langsung atau diolah lagi dengan bahan lain untuk menghasilkan makanan yang lain pula. Rasanya sangat lezat dan mengenyangkan, karena bahan dasarnya berasal dari beras. Sampai saat ini umpieng masih bisa ditemukan dengan mudah dan masih diterima pasar dengan baik.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved