Salam

Agar Tahun  Baru Islam Lebih Bermakna  

Waktu terus bergulir. Sadar atau tidak, kita sudah berada di awal Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1441 Hijriah, bertepatan dengan 1 September 2019 Masehi

Agar Tahun  Baru Islam Lebih Bermakna   
FOR SERAMBINEWS.COM
Peserta Pawai Ta'aruf dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriah 

Waktu terus bergulir. Sadar atau tidak, kita sudah berada di awal Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1441 Hijriah, bertepatan dengan 1 September 2019 Masehi.

Seperti tahun-tahun yang sudah, kali ini pun Pemerintah Aceh merayakan momentum penting itu dengan cara yang sama, yakni menggelar tablig akbar di Masjid Raya Baiturrahman pada malam hari dan esoknya disusul dengan pawai karnaval 1 Muharam yang start maupun finishnya di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.

Dari tahun ke tahun, seremonial yang menandai masuknya momen 1 Muharam itu ya begitu-begitu saja. Perubahannya hanyalah pada sosok penceramah yang diundang. Kali ini, Pemerintah Aceh melalui Biro Isra mengundang dai kondang asal Makassar, yakni Dr Das’ad Latief SAg, MSi sebagai penceramah.

Warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu (31/8) malam untuk menghadiri peringatan 1 Muharam. 

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang hadir dalam peringatan Tahun Baru Islam itu mengatakan, Muharam merupakan momentum yang memiliki nilai sejarah, terutama bagi umat Islam di Aceh. Itu karena, saat Muharam, tepatnya 1 Muharam 1423 Hijriah atau tahun 2001, merupakan awal dari tonggak dimulainya formalisasi atau deklarasi pemberlakuan syariat Islam di Aceh. Jika kita hitung waktu, lebih kurang 18 tahun sudah syariat Islam diterapkan di bumi Serambi Mekkah ini.

Menjadi penting pula dicermati apa yang disampaikan Plt Gubernur Aceh pada kesempatan itu. Berkenaan dengan momentum peringatan Tahun Baru Islam kali ini, Pemerintah Aceh mengajak masyarakat agar terus mengembangkan semangat perubahan dengan meningkatkan kualitas kehidupan.

"Mari kita introspeksi diri terkait persiapan kita untuk kehidupan hakiki dengan amal-amal yang telah kita lakukan," seru Nova.

Sungguh menarik bila momen Tahun Baru Islam kali ini kita beri makna dan nilai lebih. Tidak sekadar memperingatinya dengan seremonial yang sifatnya rutinitas belaka.

Mari kita lakukan sesuatu yang monumental dari Muharam ke Muharam di Aceh. Setiap setiap tahun dalam kalender Islam seharusnya ada kebijakan penting dan mendasar yang dilakukan umara (pemerintah) bersama legislatif dan ulama di Aceh.

Misalnya, tahun 2014 kita kenang sebagai tahun pengesahan Qanun tentang Hukum Jinayat di Aceh, lalu tahun 2016 kita catat sebagai tahun konversi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah. Kemudian, tahun 2018 sebagai tahun lahirnya Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Konsekuensi dari qanun ini adalah semua lembaga keuangan di Aceh harus berbasis syariat Islam atau diselenggarakan dengan prinsip syar'i.

Nah, mestinya setiap tahun ada kebijakan-kebijakan monumen yang dilahirkan di Aceh untuk mengoptimalkan pelaksanaan syariat Islam. Sebab, cita-cita para pejuang syariat Islam di provinsi ini adalah syariat yang diterapkan di Aceh haruslah secara kafah dan komprehensif.

Ke depan, tantangan yang harus kita jawab bersama adalah bagaimana mewajibkan setiap pedagang yang menjual makanan, minuman, dan obat maupun herbal di Aceh haruslah mengantongi sertifikat halal. Daging hewan yang disembelih pun harus ada jaminan sertifikat halalnya.

Demikian pula usaha-usaha wisata yang dikelola di seluruh Aceh haruslah memenuhi syarat sebagai destinasi atau objek wisata halal. Bahkan seharusnya diarahkan menjadi wisata syariah.

Nah, syariat Islam yang telah menjadi landasan utama dalam setiap program pembangunan di Aceh itu kita harapkan dapat mendatangkan keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat Aceh dan menjadi rahmat bagi sekalian alam. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa Islam itu memang rahmatan lil alamin.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved