Jembatan Rp 30 Miliar Belum Difungsikan  

Jembatan rangka baja di Kecamatan Kembangtanjong, Pidie, yang menghubungkan Gampong Jeumerang dengan Gampong Pusong

SERAMBI/ABDULLAH GANI
BELUM RAMPUNG -Jembatan kerangka baja yang menghubungkan Gampong Jeumerang - Pusong Kecamatan Kembangtanjong, Pidie yang dibangun tahun 2018 melalui dana Hibbah APBN 2017 hingga kini belum dapat dilintasi. Opriet di dua ujung jembatan belum rampung. Foto direkam, Sabtu (31/8/2019). SERAMBI/ABDULLAH GANI 

MEUREUDU - Jembatan rangka baja di Kecamatan Kembangtanjong, Pidie, yang menghubungkan Gampong Jeumerang dengan Gampong Pusong belum ada akses jalan dan memiliki satu oprit. Akibatnya, jembatan yang dibangun pada tahun 2018 lalu dengan anggaran Rp 30 miliar dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu hingga kini belum bisa difungsikan.

Sulaiman dan M Nur, dua nelayan warga Pasi Lhok kepada Serambi, Sabtu (31/8) mengaku bahwa jembatan sebesar itu baru bisa dilintasi oleh pejalan kaki. "Jembatan itu belum dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat, kecuali orang yang berjalan kaki," kata Sulaiman.

Hal serupa juga disampaikan warga lainnya secara terpisah. Dia menyebut keberadaan jembatan yang lumayan bagus itu percuma jika akses jalan ke Pusong belum dibangun sama sekali. "Yang ada hanya satu sisi ke Jeumerang. Sementara ke Pusong masih terhampar tambak. Begitu pula kepala jembatan  satu sisi belum ada sama sekali," jelas warga yang tak mau ditulis namanya itu.

Padahal, katanya, kehadiran jembatan yang cukup tinggi dari permukaan tanah itu dinilai sangat penting sebagai akses antargampong. Tapi sayang, hingga sekarang jalan menuju Gampong Pusong dari jembatan tersebut belum dibangun. "Kami berharap jembatan ini dilanjutkan pembangunannya. Kalau hanya seperti ini, jembatan Abu Nawas namanya," timpal warga lainnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Pidie, Ir Dewan Ansari yang dikonfirmasi Serambi mengakui bahwa jembatan itu belum dapat dilalui kendaraan. Menurutnya,  jembatan tersebut dibangun sebelum ia menduduki jabatan Kalak BPBD Pidie. "Makanya, jika ditanya secara detail, saya tidak begitu paham," jelasnya. Selain jembatan, kata Dewan, baru ada satu oprit atau kepala jembatan yang sudah dibangun. Sedangkan sisi arah ke Pusong, tak ada oprit sama sekali.

Amatan Serambi, jembatan dengan ketinggian puluhan meter dari permukaan tanah itu berada kurang lebih 200 meter dari tempat pelelangan ikan (TPI). Jembatan tersebut hanya bisa diakses dari arah Jeumerang meskipun sangat menanjak. Sedangkan dari arah Pusong terputus akibat belum adanya oprit.

Jadi Beban Daerah

Kalak BPBD Pidie, Ir Dewan Ansari menambahkan, setahunya jembatan yang dibangun dengan dana Rp 30 miliar lebih itu sudah final. Dengan kata lain, pekerjaan lanjutan termasuk pembangunan jalan baru menuju gampong merupakan tanggung jawab Pemkab setempat. "Untuk pembangunan lanjutan, dananya dibebankan pada daerah," imbuh Dewan Ansari.(ag) 

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved