Berita Singkil
Pejabat Utama Aceh Singkil Kompak Meninggalkan Daerah, Ini Alasannya
Tingkah pejabat Aceh Singkil, yang sepertinya kompak meninggalkan daerah sudah terjadi berulang.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
Tingkah pejabat Aceh Singkil, yang sepertinya kompak meninggalkan daerah sudah terjadi berulang.
Pejabat Utama Aceh Singkil Kompak Meninggalkan Daerah, Ini Alasannya
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWES.COM, SINGKIL - Pejabat utama Kabupaten Aceh Singkil, sepertinya kompak pergi ke luar daerah. Mulai bupati, wakil bupati, hingga sekda tidak ada di tempat, Senin (2/9/2019).
Tingkah pejabat Aceh Singkil, yang sepertinya kompak meninggalkan daerah sudah terjadi berulang.
Sorotan pun bukan sekali dialamantkan kepada pucuk pimpinan itu, namun hanya dihiraukan sesaat saja.
Setelah itu, serentak pergi ke luar daerah kembali diulangi.
Berdasarkan pantauan di kantor bupati di kawasan Pulo Sarok, Singkil, tak terlihat kehadiran tiga pejabat utama itu.
Hilang Kendali, Yaris Milik PNS Langsa Masuk Parit di Pidie Jaya
Babak 12 Liga-3, PSLS Lhokseumawe Tetap Hanya Diperkuat Pemain Lokal, Ini Sebabnya
Pemkab Aceh Singkil Gelar Pertemuan dengan Menko Maritim
Di papan informasi daftar pejabat di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil yang ditempel di dinding belakang ruang jaga Satpol PP, dalam kolom keterangan bupati, wakil bupati, dan sekda tertulis keluar.
Saat upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah Aceh ke-60 tingkat Kabupaten Aceh Singkil, inspektur upacara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Aceh Singkil, Junaidi.
Kursi barisan depan lazim diisi pejabat hanya diisi unsur Muspida, Asisten III Safitri Dharma dan di baris berikutnya terlihat Asisten II Muzni, staf ahli bupati, dan beberapa kepala dinas serta undangan.
Selebihnya kursi banyak kosong, termasuk kursi di barisan depan yang biasa diisi pejabat utama.
Sebelum membacakan sambutan, Junaidi menyampaikan bupati, wakil bupati dan sekda tidak hadir lantaran dipanggil Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan ke Jakarta.
"Dalam rangka ekspos Aceh Singkil sebagai daerah pengembangan kawasan khusus pariwisata penyangga Danau Toba," kata Junaidi.
Namun, warga menilai terlepas dipanggil menteri dengan tujuan mulia, tetapi rasa-rasanya tak elok jika tiga pucuk pimpinan sebagai pengambil kebijakan barengan meninggalkan daerah.
Apalagi tujuannya sama serta sudah ada kepala dinas teknis yang mendampingi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pejabat-singkil-ke-luar-daerah.jpg)