Jurnalisme Warga

Mengenang 43 Tahun Santunan Yatim di Masjid Quba

Sebelum membaca hingga akhir tulisan singkat ini, mari sejenak kita merenung dan bermunajat agar pada Tahun Baru Islam

Mengenang 43 Tahun Santunan Yatim di Masjid Quba
IST
ZARKASYI YUSUF, Aparatur Sipil Negara pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, melaporkan dari Kembang Tanjong, Pidie

OLEH ZARKASYI YUSUF, Aparatur Sipil Negara pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, melaporkan dari Kembang Tanjong, Pidie

Sebelum membaca hingga akhir tulisan singkat ini, mari sejenak kita merenung dan bermunajat agar pada Tahun Baru Islam ini Allah tambah keberkatan bagi kita, dipelihara agar tidak melakukan kemaksiatan, dijauhkan dari bencana, dan para pemimpin kita diberikan kekuatan untuk memperjuangkan kebaikan demi kemaslahatan umat. Selamat tahun baru 1441 Hijriah.

Reportase ini saya laporkan dari Kemukiman Kuta Baro, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie. Kemukiman ini masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Kembang Tanjong. Kecamatan ini memiliki enam kemukiman. Selain Kuta Baro adalah Arusan, Blang Gapu, Gampong Asan, Asan Kumbang, dan Reung Reung.

Ada enam gampong yang tunduk dalam wilayah mukim Kuta Baro, yaitu Teumpeun, Blang Cut, Gampong Araih, Glumpang, Aron, dan Gampong Barat. Jika kita bertolak dari Sigli dengan menempuh jalur Sigli-Kembang Tanjong, kita akan bertemu dengan sebuah masjid bernama Masjiq Quba Al-Munawwarah, populer dengan sebutan Masjid Kuta Baro. Letaknya lebih kurang berada pada Kilometer 10, setelah jembatan Kuta Baro. Posisi masjid tersebut di sebelah kanan. Peletakan batu pertama masjid ini berlangsung tahun 1969.

Nah, pada Minggu, 1 September 2019 bertepatan dengan 1 Muharam 1441 Hijriah, bakda subuh Masjid Quba Al-Munawwarah, Kecamatan Kembang Tanjong, ramai dengan aktivitas warga. Mereka datang mempersiapkan makanan dan hal-hal lain untuk pelaksanaan santunan anak yatim dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah.

Masjid ini menjadi saksi sejarah peringatan 1 Muharam dengan agenda khusus pemberian santunan kepada yatim. Tahun ini pelaksanaannya sudah berusia 43 tahun sejak direalisasi pertama kali tahun 1976.

Program santunan yatim tanggal 1 Muharam ini dimulai atas gagasan almarhum Tgk HM Taher Husen. Target utama santunan ini adalah yatim korban pergolakan Aceh Merdeka (AM) yang mulai berjatuhan tahun 1978.

Mungkin tidak banyak yang tahu tentang Teungku Haji Muhammad Taher Husen. Beliau adalah salah seorang tokoh penting dalam perjuangan AM. Jabatan beliau saat pertama deklarasi AM adalah Menteri Penerangan. Beliau seperjuangan dengan Abu Zaini Abdullah, Daud Paneuk, Ilyas Leubee, dan tokoh AM lainnya kurun 1976.

Ia juga pernah menjabat Imum Chiek Masjid dan Imum Mukim Kuta Baro pada 1980-1988. Dikenal juga sebagai salah seorang dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Aceh untuk bidang tajwid dan fasahah.

Tokoh lain di balik lahirnya program Santunan Yatim 1 Muharam di Masjid Kuta Baro adalah Ahmad Rahman, Imum Mukim Kuta Baro periode 1980-1990. Ia pernah menjadi kepala desa teladan dan diundang ke Jakarta bertatap muka dengan Presiden Soeharto.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved