Pijay Miliki Sumber Migas, Pekerja Lokal Mulai Dipersiapkan

Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) memiliki sumber minyak dan gas (migas) di lepas pantai seusai kegiatan eksplorasi yang dilakukan selama satu...

Pijay Miliki Sumber Migas, Pekerja Lokal Mulai Dipersiapkan

MEUREUDU - Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) memiliki sumber minyak dan gas (migas) di lepas pantai seusai kegiatan eksplorasi yang dilakukan selama satu tahun oleh perusahaan asing menunjukkan simpanan di bawah laut Pijay layak diproduksi dalam skala besar. Pemkab Pijay langsung menyikapi kondisi itu dengan meminta pihak perusahaan mempekerjakan warga lokal.

Asisten III Setdakab Pijay,  Said Abdullah SH MKM Senin (2/9/) mengatakan daerah ini memiliki sumber besar migas, sebagaimana hasil ekplorasi pihak asing dari Spanyol dan Timur Tengah di lepas pantai dalam setahun tetakhir. Dia dipredikdisikan dengan adanya perusahan migas yang melakukan kegiatan di Pijay, maka pekerja lokal harus direkrut.

"Kami yakin dengan adanya penambangan migas di lepas pantai, maka dengan sendirinya akan dapat menyerap tenaga kerja lokal," ujarnya di sela-sela pelatihan 20 pemuda lulusan S-1 tentang migas selama empat hari di gedung Cot Treing II Kantor Bupati Pijay, kemarin. Dia mengaku dengan pelatihan ini, maka akan memberi dampak positif terhadap penyediaan tenaga kerja lokal dengan standar yang dibutuhkan oleh perusahaan.

"Tentunya ini memiliki peluang besar untuk melibatkan putra daerah untuk ambil bagian dalam penambangan migas lepas pantai di wilayah Pijay," katanya. Dia berharap saat perusahaan migas mulai beroperasi, maka sebelumnya pekerja lokal harus direkrut, termasuk yang sudah mengikuti pelatihan ini.

Dalam kegiatan yang berlangsung dari 31 Agustus  sampai 3 September itu dilakukan oleh pihak Diklat Aceh Petroleum Institut bersama Petroschool  Idi,  Kabupaten  Aceh Timur dengan peserta dari kalangan pemuda lukusan strata satu (S-1).

Edy Mirza, manejer Diklat Aceh Petroleum Institut kepada Serambi,  Senin (2/9) mengatakan para peserta ini sudah mengikuti pelatihan selama tiga hari dan selebihnya mengikuti ujian dan assesment guna mempersiapkan tenaga kerja lokal yang handal di bidang perminyakan. Menurut Edy,  pelatihan ini untuk menciptakan tenaga kerja lokal yang bisa bekerja di sektor pertambangan minyak bumi dan gas. 

Dia menjelaskan persiapan tenaga kerja lokal menjadi fokus utama lembaga Aceh Petroleum  Institut sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan keahlian para pemuda lakol untuk bisa terlibat dalam sektor pertambangan minyak bumi dan gas.

Dia menyebutkan para peserta ini mendapat sertifikasi berstandar kompetensi nasional di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, karena menjadi hal utama yang sangat dibutuhkan perusahaan migas sebagaimana diatur dalam UU No 1/Tahun 1070 tentang keselematan kerja.  " jadi,  semua peserta diwajibkan mampu memahami dasar atau prinsip keselamatan kerj dalam perusahaan migas,"jelasnya.

Dilansir sebelumnya, dua perusahaan internasional, Talis Andaman BV, anak perusahaan Repsol dari Madrid, Spanyol dan PT Abhitech Matra Indah dibawah naungan Mubadala Petroleum, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab melakukan survei migas bawah laut Selat Malaka, garis lepas pantai Pidie Jaya (Pijay).

Kedua perusahaan raksasa tersebut yang tersebar di beberapa negara mulai melakukan survei seismic (getaran) minyak lepas pantai. "Untuk Talisman Andaman BV telah melakukan seismic dengan survei sepanjang perairan Selat Malaka, termasuk membayar ribuan rumpon nelayan sejak awal 2018," kata  Asisten II Setdakab Pijay, Ir Jailani Beuramat  melalui Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian, Dra Cut Bahraini ke Serambi, Rabu (7/11/2018).

Sebaliknya, PT Abhitech Matra Indah, melakukan sosialisasi secara terbuka kepada Pemkab Pijay terhadap keinginannya melakukan survei seismik di atas 12 mil perairan Selat Malaka. Dia menyatakan hasil uji seismik Talisman Andaman BV akan diumumkan pada 12 November 2018 mendatang

Dia menyatakan Pemkab Pijay akan terus melakukan koordinasi dan mempersiapkan berbagai upaya agar program pengeboran minyak lepas pantai ini dapat terwujud dalam waktu dekat ini. Dia berharap, ekonomi masyarakat dapat meningkat melalui pekerja lokal, sekaligus meningkatkan PAD. "Malahan, mereka merencanakan pengeboran minyak lepas pantai pada awal 2019 ini di dua titik perairan Pijay," katanya (c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved