Opini

Semangat Hijrah; Demokrasi Islam

Dalam perjalanan kehidupan serta peredaran bulan sebagai panduan siklus pergerakan bumi pada porosnya, maka tahun baru Islam

Semangat Hijrah; Demokrasi Islam
IST
Taufiq Abdul Rahim, Ketua LP4M Unmuha dan Pengajar FISIP Unsyiah

Oleh Taufiq Abdul Rahim, Ketua LP4M Unmuha dan Pengajar FISIP Unsyiah

Dalam perjalanan kehidupan serta peredaran bulan sebagai panduan siklus pergerakan bumi pada porosnya, maka tahun baru Islam berdasar kalender hijriah disepakati diawali pada 1 Muharram. Dalam kalender Islam semangat hijrah melaksanakan syiar Islam semakin populer, dalam arti bahasa hijrah adalah, berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Hal ini semakin melekat semangat melakukan perubahan, pembaharuan, evaluasi dan merancang kehidupan yang lebih baik. Menjadi semakin menggairahkan sesuai perjalanan kehidupan masyarakat Islam yang menghendaki kehidupan yang "baldatu thaiyyibatun warabbun ghafur".

Hijrah bermakna perpindahan, pergerakan dan beralih tempat atau suasana, karena semangat hijrah yang dapat dikaitkan dengan perjalanan hidup Rasulullah Muhammad SAW dari hasil keputusan sidang parlemen Quraisy Makkah "Darun Nadwah" paling kritis, paling keji dalam sejarahnya yaitu; membunuh Rasulullah SAW.

Pertemuan tersebut dihadiri semua perwakilan kabilah-kabilah Quraisy, pada 26 Shafar tahun 14 kenabian setelah kurang dari dua bulan setengah berlangsungnya "Bait at Kubra" parlemen Makkah "Darun Nadwah", rencana serta persekongkolan atau konspirasi jahat menghabisi pemangku panji dakwah Islam "La'ailahailallah, Muhammadurrasulullah", dimana eksistensinya dan cahayanya semakin berkibar serta bersinar di dataran tanah Arab.

Berangkat dari upaya konspirasi atau persekongkolan jahat terhadap Rasulullah Muhammad yang memiliki pengaruh besar terhadap gaya kepemimpinan (leaderships) dan metode bimbingan yang sempurna, ditambah pula tekad bulat konsep jihad dan istiqamah para sahabatnya serta kesiapan mereka untuk mengorbankan diri di jalan Allah. Persekongkolan atau konspirasi jahat yang dimotori 14  pemimpin kabilah yang dikoordinir Abu Jahal bin Hisyam, juga Jubair bin Muth'im, Thumaimah bin Adi, Alharits bin Amir, Syaibah bin Rabi'ah, Utbah bin Rabi'ah, Abu Sufyan bin Harb, An-Nadhar bin Harits, Abul Bukhturi bin Hisyam, Zamah bin al-Aswad, Hakim bin Hizam, Nabih bin al-Hajjaj, Munabbih bin al-Hajjaj dan Umayyah bin Khallaf. Akhirnya parlemen Makkah menyetujui usulan keji ini serta bersepakat, masing-masing perwakilan bertekad bulat melaksanakan keputusan tersebut dengan segera agar dakwah Islam dapat berhenti.

Sehingga dilakukan upaya blokade kediaman Rasulullah Muhammad SAW sesuai kesepakatan parlemen menetapkan 11 pemuda yaitu; Abu Jahal bin Hisyam, Al-Hakam bin Abil Ash, Uqbah bin Abi Mu'ith, An-Nadhar bin al-Harits, Umayyah bin Khalaf, Zam'ah bin al-Aswad, Tha'imah bin Adi, Abu Lahab, Ubay bin Khalaf, Nabin bin al-Hajjaj dan Munabbih bin al-Hajjaj. Dengan kebesaran Allah Swt upaya keji kaum musyrikin untuk membunuh Rasulullah tidak terlaksana.

Secara estafet dan mendapat perlindungan Allah Swt Rasulullah meninggalkan rumahnya setelah para pemuda yang memblokade rumahnya tertidur yang dipimpin Abu Jahal dengan penuh keangkuhan serta kesombongan menanti Rasulullah yang pada waktu dini hari biasanya keluar dari rumah. Dengan kuasa Allah atas segala sesuatu ditanganNya-lah urusan langit dan bumi, Dia-lah Yang maha Melindungi dari azab-Nya.

Setelah meninggalkan rumah, sementara yang memblokade tertidur hingga menjelang pagi, Rasulullah menuju gua di Bukit Tsur ditemani Abubakar As-Siddiq. Dalam perjalanan yang penuh dramatis serta mencekam, para kafir Quraisy juga sangat emosi karena kepergian Rasulullah terlepas dari pengawasan, meskipun terus melakukan pencarian dan mobilitas patroli semakin lama juga mengendur.

Dalam perjalanan yang penuh tantangan terhadap taruhan nyawa bersama Abubakar As-Siddiq, sempat singgah di Quba sebelum memasuki Kota Madinah, yang sebelumnya bernama Yatsrib menjadi Madinatur Rasul (Kota Rasulullah) kemudian diungkapkan dengan Madinah agar ringkas, yang mendapatkan sambutan luar biasa.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved