Berita Foto

FOTO-FOTO : Bertaruh Nyawa Demi Kilau Cahaya

PLTA Peusangan 1 dan 2 sudah dikerjakan selama beberapa tahun terakhir, dan ditargetkan akan rampung serta beroperasi pada tahun 2021-2022 mendatang.

FOTO-FOTO : Bertaruh Nyawa Demi Kilau Cahaya
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Mengecek kondisi pipa metal berdiameter sekitar dua meter di dalam terowongan proyek PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. 

Bertaruh Nyawa Demi Kilau Cahaya

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Keberadaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 menjadi harapan besar bagi sebagian wilayah di Aceh, untuk melepas ketergantungan pasokan listrik dari daerah lain. Kebutuhan energi listrik di bumi berjuluk Serambi Mekkah ini, sebagian masih dipasok dari Sumatera Utara (Sumut).

Seorang mengamati kondisi terowongan vertikal yang baru dibangun di salah satu titik proyek pembangunan PLTA Pesangan 1 dan 2.
Seorang mengamati kondisi terowongan vertikal yang baru dibangun di salah satu titik proyek pembangunan PLTA Pesangan 1 dan 2. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)

PLTA Peusangan 1 dan 2 sudah dikerjakan selama beberapa tahun terakhir, dan ditargetkan akan rampung serta beroperasi pada tahun 2021-2022 mendatang. Pembangkit listrik berbasis energi terbarukan ini, berkapasitas  88 Mega Watt (MW). Bila pembangkit ini rampung, tentu akan memutuskan ketergantungan pasokan listrik dari luar Aceh.

Aktifitas pengerjaan power house di kedalam 100    meter dari permukaan tanah pada proyek PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.
Aktifitas pengerjaan power house di kedalam 100 meter dari permukaan tanah pada proyek PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)

Paling tidak, untuk kawasan tengah serta beberapa kabupaten/kota di Aceh, telah terlepas dari belenggu kekurangan pasokan arus listrik. Otomatis, dengan kecukupan energi listrik akan mengundang kehadiran beragam industri yang memberikan dampak positif. Salah satunya, dari sektor ekonomi masyarakat yang diharapkan bisa lebih baik.  

Seorang pekerja melintas di pipa metal berdiameter sekitar 2 meter yang akan dijadikan sebagai saluran air penggerak turbin pada proyek PLTA Pesangan 1 dan 2, di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.
Seorang pekerja melintas di pipa metal berdiameter sekitar 2 meter yang akan dijadikan sebagai saluran air penggerak turbin pada proyek PLTA Pesangan 1 dan 2, di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)

Namun dibalik upaya melepas belenggu kekurangan pasokan arus listrik, ada sejumlah sosok pejuang energi yang setiap hari bertaruh nyawa demi berkilaunya cahaya menerangi Aceh. Mereka adalah para pekerja yang hari-harinya dilalui berjibaku dengan beragam risiko untuk menggali terowongan sejauh beberapa kilometer di perut bumi.

Para pekerja PLTA Pesangan 1 dan 2, Kamis (29/8/2019) sedang melakukan pemeriksaan terhadap kondisi beton yang melapisi dinding power house yang berada sekitar 900 meter lebih di dalam tanah.
Para pekerja PLTA Pesangan 1 dan 2, Kamis (29/8/2019) sedang melakukan pemeriksaan terhadap kondisi beton yang melapisi dinding power house yang berada sekitar 900 meter lebih di dalam tanah. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)

Salah satunya para pekerja yang membangun tunnel (terowongan) serta power house di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. Terowongan sepanjang beberapa kilometer yang mengular di kedalaman 100 meter dari permukaan bumi, dikerjakan oleh orang-orang bernyali tinggi.

Aktifitas para pekerja menggunakan beragam alat berat di dalam terowongan yang akan digunakan sebagai power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.
Aktifitas para pekerja menggunakan beragam alat berat di dalam terowongan yang akan digunakan sebagai power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)

Mereka bukanlah orang sembarangan, tetapi sosok pilihan yang berani menantang maut. Siapa sangka, bila di perut bumi di kawasan Kampung Remesen, telah ada gua buatan seluas dua kali lapangan futsal yang akan dijadikan sebagai lokasi power house atau ruang turbin untuk PLTA Pesangan.

ara pekerja saling berkoordinasi saat melakukan aktifitas pengerjaan penyelesaian pembuatan power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.
ara pekerja saling berkoordinasi saat melakukan aktifitas pengerjaan penyelesaian pembuatan power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)

Karya besar ini, lahir dari tangan orang-orang bermental baja. Mereka abaikan rasa takut, demi menghidupi keluarga serta untuk mengabulkan harapan agar Aceh bisa lebih terang. Memang, untuk mengapai harapan itu, tidak semudah membalikan telapak tangan, atau tidak dalam waktu sibak rukok tek.

Proses pengeboran  padan dinding power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.
Proses pengeboran padan dinding power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)

Tetapi dalam waktu beberapa tahun mendatang, Aceh akan lebih terang dengan adanya kemandirian daya listrik seiring dengan rampungnya pembangunan pembangkit listrik di beberapa daerah. Termasuk salah satunya, PLTA Pesangan 1 dan 2 sehingga bisa menjawab tantangan menjadi Aceh hebat dari sektor energi.

Pemasangan peranca baja di ruang power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.
Pemasangan peranca baja di ruang power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)
Para pekerja pembangunan power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, harus menggunakan peralatan keamanan lengkap ketika sedang bekerja.
Para pekerja pembangunan power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, harus menggunakan peralatan keamanan lengkap ketika sedang bekerja. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)
Seorang pekerja proyek PLTA Pesangan 1 dan 2, melintas di salah satu terowongan untuk beranjak pulang setelah seharian bekerja di dalam gua buatan itu.
Seorang pekerja proyek PLTA Pesangan 1 dan 2, melintas di salah satu terowongan untuk beranjak pulang setelah seharian bekerja di dalam gua buatan itu. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)
Seorang pekerja proyek PLTA Pesangan 1 dan 2, melintas di salah satu terowongan untuk beranjak pulang setelah seharian bekerja di dalam gua buatan itu.
Seorang pekerja proyek PLTA Pesangan 1 dan 2, melintas di salah satu terowongan untuk beranjak pulang setelah seharian bekerja di dalam gua buatan itu. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)
Para pekerja mengangkat salah satu peralatan yang digunakan untuk pembuatan power house pada proyek PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.
Para pekerja mengangkat salah satu peralatan yang digunakan untuk pembuatan power house pada proyek PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)
Suasana pembangunan power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.
Suasana pembangunan power house PLTA Pesangan 1 dan 2 di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. (SERAMBINEWS.COM/MAHYADI)
Penulis: Mahyadi
Editor: Budi Fatria
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved