Berita Bireuen

Realisasi Serapan Rendah, Penyaluran DD dan ADG Bireuen Tahap Ketiga belum Jelas

“Penyebabnya, dana yang disalurkan tahap pertama dan tahap kedua, realisasi serapan di lapangan masih rendah."

Realisasi Serapan Rendah, Penyaluran DD dan ADG Bireuen Tahap Ketiga belum Jelas
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Kepala DPMGP-KB Bireuen, Bob Miswar SSTP MSi. 

“Penyebabnya, dana yang disalurkan tahap pertama dan tahap kedua, realisasi serapan
di lapangan masih rendah. Sehingga belum diketahui persis kapan
penyaluran tahap ketiga atau tahap akhir tahun ini,"

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM – Penyaluran bantuan Dana Desa (DD) dan bantuan
Alokasi Dana Gampong (ADG) untuk 609 desa di Bireuen, hingga Rabu
(04/2019) belum jelas atau belum dipastikan kapan disalurkan.

Persoalannya, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong,
Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Bireuen, Bob Miswar SSTP
MSi kepada Serambinews.com, Rabu (04/09/2019) mengatakan, realisasi
penggunaan DD dan ADG tahap kedua masih rendah.

“Penyebabnya, dana yang disalurkan tahap pertama dan tahap kedua, realisasi serapan
di lapangan masih rendah. Sehingga belum diketahui persis kapan
penyaluran tahap ketiga atau tahap akhir tahun ini,” ujarnya.

Baca: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Buruh Hingga Pengusaha Menolak, Ancam Demo Besar-besaran

Realisasi penggunaan anggaran bantuan terekam dalam aplikasi
tersendiri sampai ke Jakarta, laporan realisasi penggunaan anggaran
bantuan di seluruh Bireuen baru mencapai 14,53 persen, dari seluruh
dana yang telah disalurkan mencapai Rp 279 miliar lebih.

Pihaknya, kata Bob Miswar terus menggedor para camat untuk
mengingatkan perangkat desa, agar dana yang telah diterima untuk segera
dipergunakan sebagai program yang telah disusun dalam Anggaran Belanja
Pembangunan Gampong (APBG).

Disebutkan, pihaknya hampir setiap hari turun ke kecamatan
mengingatkan para camat serta perangkat desa, untuk mempercepat
penggunaan anggaran yang telah diterima.

Baca: Kulit Leher Terlihat Hitam Bukan Berarti Jorok, Hati-hati Itu Tanda Penyakit Serius

Menjawab Serambinews.com, penyebab terlambatnya realisasi di lapangan, Bob Miswar mengatakan,
 kemungkinan antara lain terlambat pengerjaan untuk pekerjaan fisik.

Kemungkinan juga keterbatasan tukang atau tingkat kepedulian
masyarakat kurang, karena pekerjaan dilaksanakan dengan sistEm
swakelola lambat.

Halaman
12
Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved