Salam

Aceh Bisa Lebih Cepat Atasi Ketertinggalan

Hari Pendidikan Aceh bukan sekadar seremoni. Harus jadi momentum untuk mengevaluasi diri, sejauh mana (mutu) pendidikan yang kita raih

Aceh Bisa Lebih Cepat Atasi Ketertinggalan
HUMAS PEMKAB ACEH BESAR
Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali saat mengikuti upacara peringatan Hardikda tahun 2019 di Lapangan Bungoeng Jeumpa, Kota Jantho, Senin (2/9/2019). 

"Hari Pendidikan Aceh bukan sekadar seremoni. Harus jadi momentum untuk mengevaluasi diri, sejauh mana (mutu) pendidikan yang kita raih hari ini." Itulah salah satu pesan penting Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-60 Provinsi Aceh.

Dalam spirit optimisme yang tinggi, Nova mengungkapkan, selama dua tahun terakhir, geliat pendidikan Aceh mulai menggembirakan. Pada 2018, sejumlah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Aceh meraih predikat terbaik pertama pada enam kategori. Prestasi ini merupakan hasil yang sangat membanggakan karena pada lomba GTK berprestasi tingkat nasional, Aceh berhasil masuk 3 besar dari 34 Provinsi di Indonesia.

Pada tahun yang sama, Guru dan Tenaga Kependidikan di bawah Kementerian Agama Aceh juga berhasil meraih juara umum dalam Anugerah GTK tingkat nasional 2018. Selain itu, hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Aceh juga menorehkan prestasi sangat memuaskan. "Alhamdulillah Aceh di tahun ini berhasil menempati lima besar dari 34 Provinsi di Indonesia dari sisi jumlah pelajar yang diterima di perguruan tinggi melalui jalur seleksi SNMPTN, bahkan, hampir di semua PTN terbaik di Indonesia ada pelajar dari Aceh," kata Nova.

Namun demikian, kata Nova, pencapaian itu belumlah cukup. Seluruh pihak diminta untuk tidak berpuas diri. Pemerintah Aceh siap melakukan yang terbaik dalam mendukung langkah percepatan di bidang pendidikan ini dan akan memberikan reward yang pantas kepada mereka yang berprestasi cemerlang di bidang pendidikan.

Setiap kali ada niat apalagi aksi untuk memajukan pendidikan Aceh oleh siapapun, pastilah kita sangat mendukung. Sebab, sudah lama sekali prestasi atau kualitas pendidikan Aceh terpuruk jauh dibanding daerah lain. Padahal, sesungguhnya sumberdaya manusia Aceh ini sangat baik dan potensial. Hanya karena salah urus saja barangkali yang menjadi penyebab melorotnya mutu pendidikan Aceh selama ini.

Oleh sebab itulah, tekad Nova Iriansyah yang berlatarbelakang akademisi itu untuk membangkitkan mutu pendidikan Aceh haruslah mendapat dukungan serta kerja keras semua lini. Mulai dari masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, lembaga wakil rakyat (DPRK dan DPRA), dan lain-lain. Semangat bersama ini sangat penting guna mempercepat pencapaian tujuan itu.

Kita tak ingin melihat upaya peningkatan mutu pendidikan secara politis. Sebab, sesungguhnya sektor pendidikan, kesehatan, dan beberapa sektor lainnya yang merupakan kebutuhan dasar kita semua, tak pantas untuk dipolitisir. Toh, manusia dalam kenyataan hidupnya menunjukkan bahwa ia membutuhkan suatu proses belajar yang memungkinkan dirinya untuk menyatakan eksistensi secara utuh dan seimbang. Manusia tidak dirancang untuk dapat hidup secara langsung tanpa proses belajar terlebih dahulu untuk memahami jati dirinya dan menjadi dirinya. Dalam proses belajar itu seseorang saling tergantung pada orang lain. Proses belajar dimulai dengan orang terdekatnya. yang selanjutnya proses belajar itulah yang menjadi basis pendidikan.

Terkait dengan pendidikan daerah, sejak tahun 2015, Kemendikbud  meluncurkan program Neraca Pendidikan Daerah (NPD)” yang bertujuan mendapatkan informasi kondisi pendidikan di daerah. NPD mengumpulkan informasi yang antara lain meliputi; alokasi anggaran pendidikan, kondisi dan akreditasi satuan pendidikan, jumlah peserta didik dan guru, serta capaian  pendidikan (hasil UN, hasil UKG, indeks integritas UN).

Makanya, sesuai pesan Plt Gubernur tadi, mulai saat ini Aceh harus melakukan perubahan cepat untuk menegaskan pola pikir terhadap pendidikan sebagai kebutuhan. Apabila pendidikan dipandang sebagai kebutuhan, maka semua elemen daerah baik perorangan ataupun pejabat akan berusaha seoptimal mungkin mencari strategi agar setiap anak Aceh mendapatkan pendidikan yang baik demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang. Apabila pendidikan telah menjadi kebutuhan, maka tidak ada lagi alasan “tidak ada biaya” atau alasan lainnya baik oleh perorangan maupun pejabat.  Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena semua perlu waktu. Tetapi Aceh masih bisa lebih cepat mengatasi ketertinggalan di bidang pendidikan!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved