Berita Banda Aceh

Jadi Bahan Baku Starbucks, Nilai Ekspor Kopi Gayo ke Amerika Meningkat

"Paling banyak ekspor ke Amerika, karena brand kopi gayo sudah terkenal di sana. Disamping itu juga untuk kebutuhan starbucknya," kata Wahyudin.

Jadi Bahan Baku Starbucks, Nilai Ekspor Kopi Gayo ke Amerika Meningkat
Shutterstock
ILUSTRASI 

"Paling banyak ekspor ke Amerika, karena brand kopi gayo sudah terkenal di sana. Disamping itu juga untuk kebutuhan starbucknya," kata Wahyudin.

 Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kopi gayo yang merupakan varietas kopi arabika adalah salah satu komoditi unggulan yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. 

Kopi yang memiliki citarasa khas ini sudah lama terkenal di Amerika Serikat, sehingga selalu diekspor ke sana melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin kepada Serambinews.com, Kamis (5/9/2019) menyebutkan, nilai ekspor kopi gayo ke Amerika Serikat meningkat pada periode Januari-Juli 2019 sebesar 45.244.287 USD. Angka ini naik dibanding Januari-Juli 2018 tercatat 32.135.090 USD.

Baca: Jembatan Peureulak Ditutup 4 Jam Sabtu dan Minggu Dini Hari, Ini Jalan Alternatif Untuk Mobil

"Paling banyak ekspor ke Amerika, karena brand kopi gayo sudah terkenal di sana. Disamping itu juga untuk kebutuhan starbucknya," kata Wahyudin.

Ia menambahkan, bahkan pernah ada orang Jepang mengambil kopi gayo dari Amerika.

Namun setelah ia tahu jika itu kopi gayo dari Aceh, maka ia memesan langsung dari produsennya.

"Kopi gayo tidak hanya diekspor ke Amerika, tapi ada juga ke negara-negara Timur Tengah seperti Turki. Tapi paling banyak ke Amerika," ujarnya.

Baca: Hasil Sementara Liga 3 Regional Aceh, PSBL Langsa Unggul 2-0 Atas Persimura Beureunuen

Kopi gayo yang diekspor ke sejumlah negara di dunia itu dilakukan melalui Pelabuhan Belawan.

Hal tersebut karena eksportirnya lebih banyak dari Medan, ada juga beberapa dari Aceh namun juga lebih memilih mengekspornya dari Sumatera Utara. "Di Aceh hanya pedagang pengumpul, proses ekspornya dilakukan di Medan. Sehingga memberi nilai tambah ekonomi ke provinsi tersebut. Sementara di Aceh juga bisa dilakukan ekspor kopi gayo dengan melakukan pendekatan melalui pelabuhan dan penerbangan, sehingga bisa memberi nilai tambah di daerah kita sendiri," terangnya. (*)

Baca: Bunda PAUD Aceh Besar Kukuhkan Bunda PAUD Seluruh Kecamatan, Ini Harapan Dyah Erti Idawati

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved