Breaking News:

Tiga Jamaah Haji Dirawat di RSUZA Setelah Tiba di Tanah Air

Sebanyak tiga orang jamaah haji Aceh yang sudah tiba di Aceh harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA)

Editor: bakri
Tiga Jamaah Haji Dirawat di RSUZA Setelah Tiba di Tanah Air
IST

BANDA ACEH - Sebanyak tiga orang jamaah haji Aceh yang sudah tiba di Aceh harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Yaitu dua orang dari kelompok terbang (kloter) 1 bernama Zainab Ismail (62) dan Tarmidi bin Mahmud (50), serta seorang lagi dari kloter 2, Abu Bakar bin Jakfar yang dirujuk untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Informasi ini disampaikan Humas Pembantu Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPPIH) Debarkasi Aceh, M Nasril Lc kepada Serambi, Rabu (4/9) yang mendapatkan informasi dari Petugas Kesehatan PPIH Debarkasi Aceh, dr Mayasofia. Ketiga jamaah tersebut saat tiba di Tanah Air langsung dirujuk ke RSUZA.

"Mereka (ketiga jamaah haji yang sakit) harus mendapatkan pelayanan kesehatan khusus karena kondisinya yang masih belum sehat pasca sakit sejak di Arab Saudi, makanya petugas kesehatan merujuk ketiga pasien itu ke RSUZA," kata Nasril.

Sebelumnya jamaah haji Aceh kloter 1 asal Pidie Jaya, Aceh Utara, Pidie, dan Sabang tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (3/9). Sedangkan kloter 2 yang diisi jamaah dari Aceh Timur, Banda Aceh, dan Aceh Besar tiba Rabu (4/9) pagi.

Nasril menambahkan setiba di Bandara SIM dengan menggunakan bus seluruh jamaah dibawa ke Asrama Haji Banda Aceh untuk pengembalian paspor, pengambilan air zam-zam dan koper. Selanjutnya, menggunakan bus yang disiapkan pemerintah kabupaten/kota seluruh jamaah dari kedua kloter tersebut kembali ke daerahnya masing-masing.

"Sedangkan bagi jamaah yang sakit dari Bandara SIM langsung ke RSUZA menggunakan ambulans yang memang sudah stanby di bandara saat kepulangan jamaah haji," katanya.

Sementara Wakil Ketua PPIH Debarkasi Aceh, H Saifuddin SE mengatakan kloter 2 yang berangkat ke Arab Saudi berjumlah 384 jamaah. "Namun ada dua jamaah yang meninggal di Mekkah dan dua jamaah lagi mutasi keluar kloter," jelas Saifuddin.

Dua jamaah kloter 2 yang meninggal dunia di Mekkah yaitu Hazanah binti Muhammad Yusuf (63) asal Aceh Timur dan Abdurrahman Chasbullah Surati (62) asal Banda Aceh. Sementara dua lagi, Ratna Dewi Muhammad Ali dan Adlina Boerhanuddin Zaini mutasi keluar kloter. "Insya Allah mereka akan kembali bersama kloter 10," tambah Saifuddin.

Selain itu, ada delapan jamaah dari kloter lain yang mutasi masuk ke kloter 2. "Ada tiga jamaah kloter 4, dua dari kloter 7 dan tiga jamaah dari kloter 11 yang kembali bersama kloter 2," Saifuddin melanjutkan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs HM Daud Pakeh mengajak jamaah haji Aceh untuk tetap menjaga kemabruran haji. "Di mana predikat ini harus tetap ada dalam diri setiap jamaah dan dipelihara sampai sepanjang hayatnya," ujar Daud Pakeh.

Ia menjelaskan, kemabruran tersebut dapat dilihat dengan peningkatan amal ibadahnya, baik ibadah mahdhah maupun ibadah sosial, itulah kemabruran sudah melekat dalam dirinya.

"Selamat kepada jamaah haji Aceh yang telah kembali ke Tanah Air. Keluarga pun menunggu setelah berhaji, semoga kemabruran haji dapat kita jaga, serta ibadah kepada Allah terus ditingkatkan," ujar Daud Pakeh.

Selain itu, diinformasikan juga Jumat (6/9) jamaah haji kloter 3 tiba di Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar sekitar pukul 01.00 WIB. Jamaah kloter ini berasal dari Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, dan Subulussalam. (una)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved