Ketakutan di Tengah Magrib, Puting Beliung Terjang Empat Kecamatan

Warga di Kecamatan Lapang serta Seunuddon, Aceh Utara, pada Rabu (4/9) ketakutan saat mendengar deru angin kencang

Ketakutan di Tengah Magrib, Puting Beliung Terjang Empat Kecamatan
Foto kiriman Hamdani
Rumah warga di Kecamatan Lapang Aceh Utara rusak setelah diterjang puting beliung. 

LHOKSUKON – Warga di Kecamatan Lapang serta Seunuddon, Aceh Utara, pada Rabu (4/9) ketakutan saat mendengar deru angin kencang yang tak biasanya. Bahkan, ketika itu, listrik ke kawasan tersebut tiba-tiba padam.

Puting beliung menerjang delapan desa di empat kecamatan dalam Aceh Utara. Kala itu, warga dan santri sedang melaksanakan ibadah shalat magrib. Peristiwa tersebut membuat warga setempat tak berani ke luar dari rumahnya.

Ekses angin kencang itu menyebabkan puluhan bangunan di delapan desa rusak. Namun, jumlah kerusakan rumah tersebut dalam pendataan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara. Kejadian hampir serupa juga sering terjadi sebelumnya di kabupaten itu.

“Saat itu, jamaah setelah melaksanakan shalat magrib melanjutkan dengan berzikir. Tiba-tiba angin kencang datang, dan saat itu pula lampu padam. Sejenak jamaah yang sedang duduk berzikir terhenti,” ungkap Pimpinan Dayah Nurul Yaqin Desa Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Tgk Zulfikar kepada Serambi, Kamis (5/9).

Selain itu, zikir terhenti karena lantai balai pengajian terkena tempias dari angin kencang, dan hujan. “Santri juga trauma dengan kejadian tersebut. Karena peristiwa seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan kami. Namun, karena lampu padam sehingga mereka tak sempat melihat bagaimana pohon bergoyang dihempas angin kencang,” ujar Tgk Zulfikar.

Setelah angin dan hujan reda, para santri melihat atap seng bilik  milik mereka sudah berserakan di samping dayah. Akibatnya, santri menjadi trauma. “Santri yang tak bisa tidur dalam biliknya, untuk sementara pulang ke rumah sambil menunggu proses perbaikan,” ujar Pimpinan Dayah Nurul Yaqin.

Sementara Sekdes Matang Baroh, Kecamatan Lapang, Dahlan kepada Serambi menyebutkan, belum terjadi angin kencang seperti kemarin menerpa kawasan Lapang. Apalagi, kejadiannya terjadi saat shalat maqrib. “Tak ada warga yang berani keluar rumah kalau angin seperti ini,” ujar Dahlan.

Belakangan diketahui, setelah kejadian tersebut puluhan bangunan rusak. Kerusakan meliputi rumah, toko, ruko, tempat usaha garam, dan gerobak pedagang. “Memang sangat kencang anginnya. Bahkan, di Keude Lapang ada beberapa toko beton yang atapnya diterbangkan angin,” ujar Dahlan.

Sementara Camat Seunuddon, Fatwa Maulana menyebutkan, saat ini di kecamatan Seunuddon sedang dilakukan pendataan jumlah bangunan yang rusak. “Tadi pagi sudah kita data sekali, jumlah rumah yang ditemukan rusak 14 unit. Namun, tadi sore bertambah lagi, karena itu kita minta keuchik segera kirim laporannya,” ujar Camat Seunuddon.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Drs Amir Hamzah kepada Serambi kemarin menyebutkan, dirinya bersama petugas sedang mendata jumlah kerusakan bangunan akibat puting beliung. Hasil pendataan sementara, kerusakan rumah terjadi di delapan desa dalam empat kecamatan yaitu Lapang, Seunuddon, Baktiya Barat, dan Langkahan.

Disebutkan, dari data yang sudah terkumpulkan kebanyakan bangunan yang rusak adalah rumah, ruko, dan bilik dayah. “Jadi ada 27 rumah dan ruko serta bilik dayah yang rusak. Rata-rata rusak ringan dan  juga rusak berat,” ujar Amir Hamzah. Setelah didata, Pemkab Aceh Utara sudah menyalurkan bantuan masa panik yang diserahkan oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved