Berita Lhokseumawe

Penulis Puluhan Judul Buku Aceh Sampaikan Hal Ini Terkait Edaran Walikota Lhokseumawe

“Ini kan kedengarannya sangat lucu, tidak bisa menulis dan membaca dengan baik bahasa sendiri,” kata Razali.

Penulis Puluhan Judul Buku Aceh Sampaikan Hal Ini Terkait Edaran Walikota Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM/ JAFARUDDIN
Razali Abdullah memperlihatkan lima dari puluhan judul buku bahasa Aceh yang sudah ditulisnya dalam waktu l5 tahun. 

“Ini kan kedengarannya sangat lucu, tidak bisa menulis dan membaca dengan baik bahasa sendiri,” kata Razali.

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON –Razali Abdullah (53), penulis buku menyampaikan dukungan kepada Pemko Lhokseumawe terkait Surat edaran Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya tentang penggunaan bahasa Aceh di Lingkungan Pemko Lhokseumawe mulai berlaku Jumat (30/8/2019).

Pria asal Desa Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu,  Lhokseumawe ini sudah melahirkan seratusan judul buku, 137 di antaranya sudah cetak.

Dari jumlah itu, 30 judul buku di antaranya ditulis dalam bahasa Aceh,.

Antara lain, Peurateb Aneuk, Kamus Bahasa Aceh –Indonesia, Peulajaran Basa Aceh, Panton Aceh, Meupeuturi nan-nan binatang.

Buku lainnya Putro Nur A’la di Kerajaan Peurelak, Sultan Malikussaleh, Laksamana Malahayati, Tgk Chik Paya Bakong, Cut Meutia, Tgk Chik Tanoh Abee, Tgk Cot Plieng.

Baca: 9 Hari Operasi Patuh Rencong, Polres Abdya Tilang 262 Pelanggar, Pelanggaran Kerap Kita Lakukan

“Saya sebagai penulis buku tentang Aceh sangat mendukung upaya Pemko Lhokseumawe yang mewajibkan bahasa Aceh setiap Jumat,” kata Razali.

Sebab, jika ini tidak dilakukan, dikhawatirkan bahasa Aceh nantinya akan punah.

Bahkan saat ini kata Razali, meyakini banyak masyarakat Aceh tidak bisa menulis dan membaca bahasa Aceh, meskipun mereka mampu berbicara bahasa Aceh.

Halaman
12
Penulis: Jafaruddin
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved