Video

VIDEO - Hanya Tersisa Satu di Singkil: Lampung, Rest Area Lalu Lintas Sungai di Zamannya

erkontruksi kayu dengan atap rumbia, Lampung ini merupakan satu dari sekian warisan budaya Singkil masa lalu.

VIDEO - Hanya Tersisa Satu di Singkil. Lampung, Rest Area Lalu Lintas Sungai di Zamannya

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Lampung atau warung terapung ini berada di sungai selebar ratusan meter, yang membentang di belakang Desa Tanah Merah, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Berkontruksi kayu dengan atap rumbia, Lampung ini merupakan satu dari sekian warisan budaya Singkil masa lalu.

Meski disebut warung, namun aktivitas di Lampung ini tidak semata untuk bersantai atau melepas penat, namun juga digunakan sebagai tempat membuat jaring ikan.

Pada masanya, Lampung bahkan digunakan sebagai tempat nelayan menginap, persinggahan warga dan pasar dadakan.

Kembali pada bagian kontruksinya, Lampung dibuat mengapung dengan menggunakan pelambung belasan batang kayu.

Kayu-kayu itu disatukan sebagai tumpuan papan dan tiang layaknya sebuah rumah.

Sementara agar tidak hanyut terbawa arus sungai, tali seukuran jempol kaki orang dewasa dipasang di tepian sungai.

Baca: Kisah Petugas Haji Aceh di Kloter ‘Eksklusif’, Sedih dan Bahagia Menyatu di Antara Para Lansia

Baca: Harga TBS Sawit di Sumut dan Riau Lebih Mahal Dibanding Aceh, Ini Perbandingannya

Lampung di bagi menjadi beberapa ruangan, ruang utama merupakan tempat minum kopi dan istirahat.

Ada juga ruang dapur sebagai tempat tungku api kayu untuk memasak air serta makan bokom, yakni mi instan yang diseduh air panas dengan bumbu seadanya.

Halaman
12
Penulis: Dede Rosadi
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved