Info haji 2019
Berburu Souvenir di Sekitar Nabawi
Salah satu kegiatan jamaah haji, khususnya dari Aceh yang kini berada di Madinah Almunawwarah adalah berbelanja
Laporan MOHD DIN, WARTAWAN Serambi Indonesia
Salah satu kegiatan jamaah haji, khususnya dari Aceh yang kini berada di Madinah Almunawwarah adalah berbelanja. Sejak pagi sepulang dari shalat Shubuh di Masjid Nabawi, jamaah mengelilingi pertokoan sekitar masjid tersebut. Ada yang sekadar cuci mata dan ada juga yang berkeliling untuk menunggu lift hotel longgar. Tapi, banyak pula yang jalan-jalan untuk berburu souvenir.
Di sekitar Masjid Nabawi hingga radius 750 meter, terdapat banyak pertokoan. Pertokoan itu ada yang bergabung dengan hotel, maktab jamaah haji, dan ada juga yang berdiri sendiri. Beberapa bangunan itu berupa mall atau pusat perbelanjaan serba ada seperti Hilton Madinah, Bin Dawood, dan El Majeeda. Semua bangunan itu melingkari Masjid Nabawi.
Pertokoan di sekitar Masjid Nabawi banyak menjual berbagai jenis pakaian, mainan anak-anak, perlengkapan shalat, aksesori ibadah, dan beragam makanan. Tentu saja tidak ketinggalan kurma dan kacang-kacangan Arab. Sebab, Madinah merupakan salah satu pusat penjualan kurna di Arab Saudi dengan berbagai varietas, kualitas, dan harga.
Di antara souvenir yang paling diburu oleh jamaah haji Aceh adalah pakaian gamis dan abaya Arab Saudi. Selebihnya sajadah dan kopiah haji. Untuk sajadah dan kopiah haji, sebagian jamaah sudah membelinya di Mekkah. Sementara pembelian di Madinah hanya sebagai tambahan. Banyak juga jamaah haji yang memang membeli souvenir jenis ini di Kota Nabi--sebutan lain untuk Madinah.
Khusus untuk kurma, hampir semua jamaah membelinya di Madinah. Sebab, sebagian besar jamaah tahu bahwa Madinah merupakan ‘surganya’ kurma. Salah satu kurma favorit adalah Kurma Ajwa atau sering juga disebut Kurma Nabi. Harga kurma ini bervariasi dari 20 Saudi Riyal (SR) sampai 50 SR. Berbelanja di Madinah, harus ditawar. Kalau tidak, pembeli bisa rugi. Sebab, pedagang cenderung menetapkan harga tertinggi.
Sebagian jamaah yang punya kocek banyak juga mengunjungi toko perhiasan dan yang terbanyak ke toko emas. Barang yang dijual di Madinah, sebagian besar berasal dari negara lain. Kecuali kurma, yang hampir semuanya berasal dari Arab Saudi.
Gaffar, pedagang pakaian asal Hadralmaut, Yaman, di Lantai Dua Commercial Centre mengatakan, barang yang dijualnya sebagian besar berasal dari negara lain. Pakaian abaya perempuan misalnya, material atau bahannya berasal dari Korea Selatan tapi dijahit di Arab Saudi. Ada juga barang yang material dan pembuatannya di Cina. Namun, Gaffar tidak menjual barang dari Indonesia, Vietnam, dan India. Sedangkan ambal dan sajadah banyak berasal dari Kashmir, Afghanistan, Turki, dan Pakistan.
Sementara barang dari Indonesia dan Cina yang bermerek, harganya cukup fantastis. Anwar Mall di Kompleks Bin Dawood, persis di pinggir Masjid Nabawi, khusus menjual harga barang bermerek. Penjual asli Arab Saudi, di salah satu konter pakaian bermerek mengatakan, dirinya menjual barang dari Indonesia dan Cina. Sebagai contoh satu kaos kerah bermerek dan ada tulisan "Madinah" dan "Mekkah" harganya 150 SR atau hampir Rp 600 ribu.
Padahal, baju dengan merek yang sama pada mall-mall di Jakarta hanya dijual setengah dari harga tersebut. Menurut penjualnya, harga barang tersebut mahal karenabiaya hidup di Arab Saudi lebih tinggi dari Indonesia dan Cina. Sedangkan sajadah dan kopiah haji, harganya sangat bervariasi tergantung kualitas. Ada sajadah yang dijual 800 SR atau setara Rp 3,2 juta per lembar. Tapi, ada juga yang harga 5 SR atau Rp 20 ribu.
Untuk membawa pulang barang souvenir tersebut tidak ada kendala. Jika ada uang, semuanya bisa lancar. Ongkos kirim 15 SR atau sekitar Rp 60 ribu per kilogram dan kargo baru mau mengirim barang dengan berat minimal 20 kg. Jamaah haji Aceh, Abdullah el Bahar, sambil berseloroh mengatakan, harga barang dan ongkos kirim hampir sama nilainya. "Saya belanja Rp 1,5 juta, tapi ongkos kirimnya Rp 1,2 juta," ujarnya.
Dari sekian banyak jamaah yang berburu barang belanjaan, sebagian di antaranya bertujuan bisnis. Barang yang paling banyak dibeli jamaah untuk dijual adalah ambal, sajadah, dan pakaian laki-laki atau perempuan. Meski ongkos kirimnya cukup tinggi, tapi jamaah tersebut sudah memperkirakan laba didapat sekitar 25 persen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/laporan-mohd-din-pemimpin-perusahaan-serambi-indonesia.jpg)