Luar Negeri

Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras, Warga Asing Membludak di Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait etos kerja suku Melayu.

Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras, Warga Asing Membludak di Malaysia
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat menyampaikan pesan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. (Facebook/Dr. Mahathir bin Mohamad) 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait etos kerja suku Melayu.

Menulis di blog pribadinya, seperti dikutip South China Morning Post, Sabtu (7/9/2019), Mahathir meminta suku Melayu bekerja lebih keras untuk mencapai kesuksesan dan berhenti melayangkan kemarahan.

"Suku Melayu perlu menyadari apa yang terjadi kepada mereka. Sangat disayangkan, sejauh ini mereka belum sadar."

"Suku Melayu masih enggan bekerja dan membiarkan warga asing mengerjakannya, sehingga warga asing membludak mendatangi Malaysia."

"Tujuh juta jumlah mereka bekerja di negara kita. Apa yang akan terjadi dengan suku Melayu jika mereka tidak kunjung sadar," kritik Mahathir.

"Nasib kita ada di tangan kita sendiri. Marah-marah kepada yang lain tidak akan menyelesaikan persoalan".

"Suku Melayu tetap miskin karena tidak mau bekerja keras dan serius berbisnis," kata Mahathir mengakhiri kritikannya.

Tulisan perdana menteri yang sering dipangggil Dr M ini muncul menjelang rencana demonstrasi akbar yang digelar kubu oposisi partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS).

Kedua partai yang sering menggaungkan isu ras dan agama ini berencana menggelar aksi pada 14 September mendatang.

Aksi itu disebut akan fokus pada kesulitan yang dihadapi suku Melayu di negara mereka sendiri dalam mencari pekerjaan.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved