Invest in Aceh

Mantan Peneliti Pertambangan, Said Aziz, Aceh Harus Berani Mengundang Investor Tambang

Mantan peneliti di Departemen Energi dan Pertambangan, Dr Said Aziz menyatakan Aceh mempunyai sumber daya mineral melimpah, seperti emas dan perak.

Mantan Peneliti Pertambangan, Said Aziz, Aceh Harus Berani Mengundang Investor Tambang
For Serambinews.com
DR Said Azi MSc, mantan Peneliti di Departemen Energi dan Pertambangan. 

Mantan Peneliti Pertambangan, Said Aziz, Aceh Harus Berani Mengundang Investor Tambang

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mantan peneliti di Departemen Energi dan Pertambangan, Dr Said Aziz MSc menyatakan, Aceh mempunyai sumber daya mineral (SDM) melimpah, emas, perak, tembaga, batubara dan sebagainya. Namun sampai saat ini belum dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan rakyat.

Said Aziz mengharapkan Aceh ke depan berani mengambil kebijakan mengundang investor tambang ke Aceh baik swasta, asing atau dikerjakan sendiri melalui badan usaha milik daerah (BUMD) untuk melakukan eksplorasi sumber daya mineral dan kalau hasilnya baik bisa dilanjutkan ke penambangan, apakah itu emas, tembaga, besi, timah , batubara dan lain-lain.

Ia membandingkan, daerah lain mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan hampir seluruh provinsi di Indonesia mengeluarkan izin ekplorasi dan eksploitasi mineral.

"Bahkan di Jawa Barat, tempat ahli lingkungan paling banyak, sampai hari ini masih ada 49 izin eksplorasi dan produksi mineral belum termasuk tambang non logam sudah diberikan izinnya. Apakah mereka tidak mencintai lingkungannya, atau bodoh?" Tanya Said Aziz kepada Serambinews.com di Jakarta, Senin (9/9/2019) malam.

"Menurut saya orang-orang pegiat lingkungan di Aceh kurang memahami tentang tambang, atau untuk menyenangi pihak asing agar Aceh tidak bisa mengambil hasil tambangnya untuk modal pembangunan Aceh," kata Said Aziz.

Ia juga mencontohkan negara-negara maju seperti Australia, Amerika, China, Canada, Jerman dan lain-lain sebagian pendapatan negaranya dari hasil tambang, dan pemerintah di negara tersebut terus membuka tambang baik tambang terbuka dan tambang bawah tanah.

Bireuen Lepas 18 Pemain Sepak Bola ke Gala Siswa Indonesia Tingkat Aceh, Ini Nama Mereka

Foto Irwandi Yusuf Masih Dipasang dalam Spanduk Porda Korpri di Subulussalam

9 Perusahaan Tekstil Lokal Gulung Tikar, Akibat Banjir Produk Impor, Begini Nasib Ribuan Pekerja

"Apakah mereka juga tidak mencintai lingkungan dan kita yang lebih pintar. Susah bagi suatu negara yang sumber daya mineralnya tidak ada untuk bisa membangun negaranya dengan baik, karena modalnya tidak ada. Contohnya di sebagian negara Afrika," ujar Said Aziz.

Terkait dengan isu kerusakan lingkungan, kata Said Aziz, untuk penambangan terbuka, memang waktu ditambang pasti harus dibuka lahan untuk digali, tapi kemudian kalau sudah selesai direklamasi kembali sesuai AMDAL yang disetujui.

Halaman
123
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved