Breaking News:

Invest in Aceh

Mantan Peneliti Pertambangan, Said Aziz, Aceh Harus Berani Mengundang Investor Tambang

Mantan peneliti di Departemen Energi dan Pertambangan, Dr Said Aziz menyatakan Aceh mempunyai sumber daya mineral melimpah, seperti emas dan perak.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
DR Said Azi MSc, mantan Peneliti di Departemen Energi dan Pertambangan. 

"Peraturan pemerintah sekarang untuk bisa menambang mineral di satu konsesi, perusahaan harus mendepositkan uangnya Rp 1.2 miliar/ha di Pemda. Seperti PT Newmont. Dan kalau sudah di reklamasi baru uang depositnya boleh diambil kembali,' kata Said Aziz mencontohkan.

"Sedangkan kalau sistim penambangan bawah tanah (underground) tidak banyak membuka lahan dan juga tidak longsor, seperti bekas tambang emas Cikotok di Jawa Barat ditambang sejak zaman Belanda, kemudian dilanjutkan oleh PT Aneka Tambang (ANTAM) sampai sekarang tidak longsor," lanjut Said Aziz.

 Video Astronot Berjalan di Jalanan Rusak Viral di Medsos, Pemerintah Langsung Beraksi

Pria Bunuh Istri dan Dua Anaknya Disidangkan di PN Lhoksukon, Begini Reaksinya Saat Dengar Dakwaan

Lawan PSGC Ciamis, Persiraja tak Bisa Didampingi Pelatih Hendri Susilo, Ini Sebabnya

Said Aziz mengatakan, pada saat perusahaan-perusahaan melakukan eksplorasi, maka akan terbuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, pemda juga mendapat iuran pajak penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan pajak-pajak lain tiap tahunnya. Perusahaan membelanjakan logistik untuk keperluan eksplorasi, membuka kantor di daerah konsesi, membuka jalan untuk mengangkut logistik dan sebagainya.

"Ini semua memberikan pengaruh multifel effek dalam pengembangan ekonomi setempat," lanjut Said Aziz.

Ia mengingatkan agar tidak alergi dengan kata tambang karena aturannya cukup ketat untuk mengelola lingkungan, di samping proses dari eksplorasi sampai penambangan cukup lama bisa mencapai 5 - 15 tahun, dan itupun belum tentu sukses untuk mendapatkan tambang yang ekonomis.

Ia menambahkan dengan adanya eksplorasi dari perusahaan-perusahaan penambangan, maka bisa didapatkan data eksplorasi daerah tersebut dengan cuma-cuma untuk mengetahui potensi sumber daya mineral di daerah tersebut.

Kapolres dan Kadis ke Lokasi Jalan Diblokir di Aceh Barat Hingga Dibuka Lagi, Namun Ada Perjanjian

" Mungkin saja dari data tersebut emas nya tidak ekonomis tapi mineral lainnya ada yang ekonomis. Banyak keuntungan yang kita peroleh dari aktifitas eksplorasi tersebut," ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Said Aziz, apabila daerah tersebut ekonomis maka diminta untuk membuatkan AMDAL yang jelas dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk di tingkatkan ke eksploitasi.

"Disamping itu bisa juga kita meminta sebagian kecil dari daerah yang potensial untuk dijadikan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)," demikian Said Aziz.

Terkait dengan luas areal konsesi, ujar Said Aziz, biasanya dari 5000 hektat konsesi yang di eksplorasi yang ditambang secara terbuka tidak akan lebih dari 500 hektar, kalau tambang dalam (Underground) maka luasan yang terbuka jauh lebih kecil.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved