Berita Bireuen

Peringati Tahun Baru Islam, Pengusaha Batu Bata di Bireuen Santuni Anak Yatim

"Di Cot Mesjid ada 33 unit jambo bata tempat sehari hari kami mencari rezeki, awal tahun Hijriah ini kam berbagi dengan anak yatim".

Peringati Tahun Baru Islam, Pengusaha Batu Bata di Bireuen Santuni Anak Yatim
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Di Desa Juli Cot Mesjid, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh, pemilik jambo bata atau pengusaha batu bata menggelar santunan untuk anak yatim piatu dan makan bersama warga setempat, di pabrik batu bata, Minggu (8/9/2019). 

"Di Cot Mesjid ada 33 unit jambo bata tempat sehari hari kami mencari rezeki, awal tahun Hijriah ini kami berbagi dengan anak yatim,". 

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Berbagai cara dilakukan warga untuk memperingati Tahun Baru Islam 1441 H. 

Di Desa Juli Cot Mesjid, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh, pemilik jambo bata atau pengusaha batu bata menggelar santunan untuk anak yatim piatu dan makan bersama warga setempat, di pabrik batu bata, Minggu (8/9/2019).

Fadhli Ahmad, pengusaha atau pemilik salah satu jambo bata di desa tersebut kepada Serambinews.com, Senin (9/9/2019) mengatakan, acara santunan untuk 31 anak yatim di desanya, sebagai wujud rasa kasih sayang dan juga sebagai rasa syukur pemilik serta pekerja di jambo atau pabrik batu bata.

"Di Cot Mesjid ada 33 unit jambo bata tempat sehari hari kami mencari rezeki, awal tahun Hijriah ini kami berbagi dengan anak yatim sekaligus makan bersama warga disini," kata Fadhli.

Baca: Cara Muslim Perangi Sampah, Menyulap Botol Plastik Bekas Jadi Perahu Layar

Baca: Kabar Duka, Kajari Simeulue Meninggal Dunia

Baca: Donat Getlatela Merambah Pasar Nasional

Fadhli menjelaskan ke 33 Jambo Bata tersebut letaknya terpisah, ada juga yang berdekatan. "Acara santunan yatim piatu akan menjadi  rutinitas kami setiap awal tahun hijriah," ujarnya

Sebelum acara makan bersama dan penyaluran santunan, pemilik, pekerja di Jambo Bata  dan warga sekitar lebih dulu melakukan doa bersama dan mendengarkan tausiah dari imam desa, Tgk  Zulkarnaini Ibrahim.

Dalam tausiyahnya, imam desa mengajak seluruh masyarakat untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar, serta menjaga diri dan keluarga dari api neraka.

"Bilamana waktu shalat sudah tiba, bergegaslah ke mesjid, tinggalkan pekerjaan di jambo bata, pulang mandi dan ke mesjid," ajak Tgk Zulkarnaini. (*)

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved