BJ Habibie Meninggal Dunia

[OBITUARI] BJ Habibie, Bapak Teknologi Indonesia Pencetus Rumus “Faktor Habibie”

Habibie memiliki rumus "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang.

[OBITUARI] BJ Habibie, Bapak Teknologi Indonesia Pencetus Rumus “Faktor Habibie”
Tribunnews/Jeprima
Presiden Ke-3 BJ Habibie saat menghadiri konser tunggal perdana Bunga Citra Lestari yang bertajuk It's Me BCL di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2017). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Sosok Bacharuddin Jusuf Habibie yang mendapat predikat sebagai Bapak Teknologi Indonesia, adalah salah satu dari angkatan pertama generasi dirgantara yang dikirimkan Presiden pertama RI Soekarno ke berbagai negara untuk belajar membuat pesawat.

Semasa muda, Habibie mulai menguliti serba-serbi mesin pesawat di Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung yang saat itu, ITB masih bernama Universitas Indonesia pada 1954.

Hanya hitungan bulan di ITB, ia kemudian melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule Jerman.

Ia pun menerima gelar Diplom Ingenieur pada 1960 dan gelar Doktor Ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cumlaude dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.

Habibie memiliki rumus yang dinamakan "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Habibie pun dijuluki "Mr Crack" karena keahliannya itu.

Di Jerman, Habibie pernah menjadi Kepala Riset dan Pengembangan Analisis Struktur pada perusahaan Hamburger Flugzeugbau Gmbh. Dia bahkan menjadi wakil presiden dan direktur teknologi, serta penasehat senior perusahaan itu.

Habibie juga sempat bekerja di Messerschmitt-Bolkow-Blohm, perusahaan penerbangan yang berpusat di Jerman, sebelum kembali ke Indonesia pada 1973. Ia memenuhi permintaan Presiden Soeharto untuk mengabdikan ilmunya di Indonesia.

Habibie pernah menyatakan, tidak bisa dibayangkan apabila Indonesia tidak memiliki pesawat terbang.

Untungnya, Indonesia berhasil membuktikan kemampuan untuk bisa membuat pesawat terbang sendiri.

"Kita harus sangat sadari bahwa industri strategis dan khususnya dirgantara, adalah produk sepanjang masa yang dibutuhkan Indonesia," kata Habibie di sela-sela Presidential Lecture di Bank Indonesia (BI), Senin (13/2/2017) lalu.

Baca: BJ Habibie Wafat, Ini Asal Usul Panggilan Habibie, Bermula dari Guru Ngaji

Baca: Kongres PNA di Kampung Irwandi

Baca: Abdullah Puteh Tetap Bisa Dilantik Sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah

Baca: Begini Prediksi Cuaca di Sebagian Aceh Hingga 15 September 2019

Halaman
1234
Editor: Taufik Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved