Liga 3 PSSI
Persada Abdya Boikot Bertanding Laga Lanjutan Liga 3, Ini Penyebabnya
Tim Persada Aceh Barat Daya (Abdya) melayangkan protes dan melakukan boikot bertanding pada laga lanjutan grup F babak 12 besar Liga 3 PSSI Aceh,
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Yusmadi
Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Tim Persada Aceh Barat Daya (Abdya) melayangkan protes dan melakukan boikot bertanding pada laga lanjutan grup F babak 12 besar Liga 3 PSSI Aceh, yang direncanakan, Jumat (13/9/2019) di Stadion Seribu Bukit Gayo Lues.
"Kita (Persada) akan melakukan boikot bertanding besok, dan akan melayangkan protes kepada Asprov PSSI Aceh," ujar Manajer Tim Persada Abdya, Venny Kurnia didampingi Presiden Persada Abdya, Romi Syah Putra kepada Serambinews.com, Kamis (12/9/2019).
Hal tersebut, kata Venny, sebagai protes dari Persada terhadap Asprov PSSI Aceh, mengingat selama pertandingan berlangsung, perangkat pertandingan tidak bersikap fair atau adil, bahkan diduga melakukan pengaturan skor yang menguntungkan tuan rumah.
"Ini kami lakukan, demi kenyamanan dan keamanan para pemain, yang selama ini sering diancam dan diteror oleh pihak tim tuan rumah," ungkap Venny.
Venny meminta Asprov PSSI Aceh untuk memindah lokasi pertandingan pertandingan, sehingga para pemain bisa bermain nyaman dan pertandinan berlangsung fair.
"Kami minta lokasi pertandingan dialihkan ke Lhong Raya saja, biar ini berlangsung fair dan pemain juga nyaman," pintanya.
Menurut Venny, bukan saja Persada Abdya, sejumlah tim juga melayangkan protes seperti PSAB Aceh Besar, PSKBS Aceh Timur yang merasakan ketidakadilan wasit yang selalu menguntungkan tuan rumah.
Puncak kecurangan itu, tambah Venny, pada pertandingan PSGL vs PSKBS Aceh Timur (PSKBS Kuta Binjei) yang dipimpin oleh wasit Agus Munandar. Pada menit ke 76, terjadi insiden yang membuat wasit memberikan tendangan penalti yang menguntungkan tim PSGL Gayo Lues.
"PSKBS Kuta Binjai kan protes dan tak terima keputusan tersebut. Marena kejadian tersebut, bukanlah pelanggaran, tapi pemain dari Tim PSBL Gayo Lues yang bernomor punggung 13 diduga melakukan diving di luar kotak penalti, anehnya wasit langsung memberikan sanksi penalti kepada tim PSKBS," ungkapnya.
Keputusan yang kurang bijak itu, sebut Venny, PSKBS sangat dirugikan dan disaat para pemain melakukan protes, wasit langsung ke ruang ganti tanpa melanjutkan tendangan penalti, maupun memberi tanda berakhirnya pertandingan.
"Intinya, besok kita (Persada) akan berhadapan dengan tim PSKBS. Gimana kita main, sementara PSKBS, belum selesai bertanding dengan tuan rumah. Jika melihat skor, yang sudah pasti lolos Peusangan Raya FC, yang lain masih memiliki peluang," terangnya.
Baca: Tiga Ketua Umum dan Manajer Klub Minta PSSI Aceh Hentikan Pertandingan di Stadion Gayo Lues
Untuk itu, ia berharap Asprov PSSI Aceh bisa mengambil keputusan yang bijak dan melindungi para atlet dan pertandingan bisa berjalan secara fair play.
"Kami menang atau kalah, ya tidak mempersoalkan. Karena itulah hakikat pertandingan. Namun, kami tidak mau pertandingan sepakbola ini berjalan atas kehendak 'cukong', dan mendzalimi pemain. Jika itu tetap dilakukan, kami akan memboikot," pungkasnya.
Adapun surat petisi yang dilayangkan oleh tiga tim tersebut sebagai berikut:
Kami yang bertanda tangan di bawah ini masing masing adalah manager Tim PSKBS Aceh Timur, PERSADA Abdya, PSAB Aceh Besar sebagai peserta liga 3 Asprov PSSI Aceh babak 12 Besar Group F di Stadion Seribu Bukit Gayo Lues dengan ini menyatakan tidak bersedia melanjutkan sisa pertandingan sebagaimana jadwal yang telah di atur Panitia Liga 3 Asprov PSSI Aceh
Hal tersebut didasari atas :
1. Asprov PSSI Aceh menetapkan tuan rumah Gayo Lues dengan tidak mempertimbangkan faktor evaluasi putaran pertama bahwa telah pernah terjadi kericuhan, serta penetapan tuan rumah tanpa persetujuan komite excekutif Asprov PSSI Aceh ( Video Terlampir )
2. Jadwal pertandingan sangat menguntungkan tuan rumah serta sangat merugikan Tim PSKBS, PERSADA, dan PSAB.
3. Perangkat pertandingan tidak bekerja sesuai dengan Law Of The Game secara terang-terangan melakukan penganturan Skor untuk kemenangan tuan rumah dan perangkat pertandingan tidak memberlakukan sanksi kartu terhadap pemain tuan rumah dan membiarkan tim PSGL Gayo Lues memainkan pemain tidak sah ( Akumulasi Kartu Kuning )
4. Kurangnya kesiapan Panpel sehingga penonton tuan rumah terlalu mudah melakukan teror dan pelemparan kepada Tim tamu.
5. Saat pertandingan antara PERSADA Abdya vs PSAB Aceh Besar diduga terjadi pengaturan skor, sehingga Wasit memberikan Hadiah Pinalti kepada PSAB Aceh Besar, sedangkan saat itu PERSADA sudah memimpin 1-0 selama 56 Menit, diduga pengaturan skor ini untuk mengguntungkan tuan rumah bisa lolos ke putaran 6 besar.
6. PSKBS tidak menerima keputusan Pinalti saat melawan PSGL Gayo Lues yang di berikan, Wasit pada Menit 76 karena tidak sesuai dengan peraturan permainan (Law Of The Game).
7. Perangkat pertandingan secara terang terangan membela dan mengatur untuk mengguntungkan tuan rumah dengan menghapus Kartu Kuning Pemain PSGL Gayo Lues No Punggung 4 An. Eko Syahputra dan 7 An. Hendri sehingga pemain tersebut bisa bermain yang sebenarnya pemain tersebut mendapatkan akumulasi Kartu Kuning
8. Meminta kepada Asprov PSSI Aceh untuk menghentikan pertandingan di Gayo Lues dan meminta untuk sisa pertandingan lanjutan agar di laksanakan di tempat netral sesuai dengan janji dan pernyataan Ketua Asprov PSSI Aceh pada meeting penentuan tuan rumah.
9. Apabila surat ini tidak di tindaklanjuti dalam waktu selama 1x24 jam maka kami akan menindak lanjuti laporan ini ke Komisi Resmi Asosiasi PSSI Pusat, AFC, dan FIFA. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/persada-98.jpg)