Rahmadi Tegang Saat Sidang, 94 Pasangan Ikuti Sidang Isbat Nikah

Raut wajah Rahmadi sumringah dan berbinar saat berjalan beriringan bersama sang istri keluar dari aula MPU Aceh Singkil

Rahmadi Tegang Saat Sidang, 94 Pasangan Ikuti Sidang Isbat Nikah
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSAD
Sidang isbat nikah yang diikuti 94 pasangan di Aula MPU Aceh Singkil, Rabu (11/9/2019). 

SINGKIL - Raut wajah Rahmadi sumringah dan berbinar saat berjalan beriringan bersama sang istri keluar dari aula MPU Aceh Singkil, di Pulo Sarok, Singkil, Rabu (11/9). Rahmadi yang sempat tegang dan deg-degan saat mengikuti persidangan melangkah dengan nyaman di samping wanita idaman yang dipersuntingnya sebelas tahun lsilam. Kini ia bisa bernafas lega karena pernikahannya sudah sah dan diakui negara.

Rabu kemarin, ayah empat anak itu bersama istri mengikuti sidang isbat nikah yang dipimpin hakim Mahkamah Syariyah Aceh Singkil. Sidang isbat nikah merupakan permohonan pengesahan nikah yang diajukan kepengadilan untuk dinyatakan sahnya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum.

Rasa tegang dan nervous sempat tergurat di wajah penduduk Gosong Telaga, Singkil Utara itu, ketika mendapat pertanyaan hakim Mahkamah Syariyah Aceh Singkil. Namun aura ketegangan itu mendadak sirna setelah pernikahannya dinyatakan sah berdasarkan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Senang, sudah dapat akta nikah. Sebelumnya tidak ada," kata Rahmadi didampingi sang istri yang hari itu sama-sama mengenakan baju warna merah. Rahmadi mengaku, dirinya mengikuti sidang isbat nikah tersebut lantaran buku nikahnya hilang. "Nikah tahun 2008, ikut sidang isbat karena hilang buku nikah," ujarnya.

Wajah riang gembira juga terlihat dari puluhan pasangan peserta sidang isbat lainnya. Padahal, sebelum sidang, mereka mengaku tegang, bahkan ada yang harus bolak balik ke kamar mandi.

Sidang isbat nikah tersebut diikuti 94 pasangan dari seluruh Aceh Singkil., Pesertanya berasal dari korban konflik dan keluarga tidak mampu. Sidang yang berlangsung di aula MPU Aceh Singkil itu dibagi tiga kelompok. Salah satu pimpinan sidangnya adalah langsung Ketua Mahkamah Syariyah Aceh Singkil, Fauziah.

"Program isbat nikah terpadu ini berasal dari Dinas Syariat Islam Aceh, bagi yang belum memiliki akta nikah," tukas Aslinuddin selaku Plt Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Singkil. Ia menyebutkan, pegiatan isbat nikah di Aceh Singkil itu dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 11-12 September. “Sidang ini lazim diadakan bagi pasangan yang pernikahannya belum dicatat negara dan kehilangan buku nikah,” pungkasnya.

Sementara itu, Abdul Razak selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Bina Hukum Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh mengatakan, sidang isbat nikah itu merupakan program unggulan di dinas tersebut . "Pak Plt Gubernur sangat mendukung program ini," ujarnya.

Sedangkan Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Muzni saat membaca sambutan Bupati Dulmusrid saat pembukaan sidang isbat nikah yang Ketua Mahkamah Syariyah Aceh Singkil, Fauziah, dan Ketua MPU, Adlimsyah itu, mengatakan, sidang isbat nikah itu sangat penting agar warga yang belum memiliki akta nikah dapat  memilikinya.

"Selamat bagi yang ikut sidang isbat. Bagi yang belum memiliki akta nikah, kami imbau mengajukan permohonan ke Mahkamah Syariyah mengingat pentingnya akta nikah," ucap Muzni.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved