Sejumlah Fakta Unik Tentang Kecoak, Spesies Paling Kuno yang Pintar Beradaptasi

Sebuah penelitian juga membuktikan bahwa kecoak mampu hidup setelah terkena sinar radiasi, selama mereka masih bisa makan dan minum...

Sejumlah Fakta Unik Tentang Kecoak, Spesies Paling Kuno yang Pintar Beradaptasi
shutterstock
Ilustrasi kecoa 

SERAMBINEWS.COM - Andai suatu saat terjadi perubahan iklim ekstrem di muka bumi sehingga mengakibatkan jumlah populasi manusia turun drastis dan banyak flora dan fauna punah, tidak diragukan lagi kecoak akan bisa selamat dari tragedi tersebut.

Hewan kecil bersayap ini merupakan salah satu grup serangga yang pernah punya pengalaman lolos dari kepunahan minor pada Zaman Karbon sekitar 305 juta tahun lalu.

Sebuah penelitian juga membuktikan bahwa kecoak mampu hidup setelah terkena sinar radiasi, selama mereka masih bisa makan dan minum.

Kecoak mudah ditemukan di sekitar rumah kita. Sebagian besar dari kita barangkali menganggap serangga ini menyebalkan karena sangat mengganggu estetika. Saya akan menjelaskan tentang kecoak, termasuk peran mereka menjadi vektor penyakit dan bagaimana seharusnya kita menghadapinya.

Spesies paling kuno + pintar beradaptasi

Kecoak adalah salah satu kelompok hewan unik yang paling kuno dan paling sukses bertahan hidup di muka bumi hingga saat ini. Keberadaan kecoak telah teridentifikasi sejak Zaman Karbon, sekitar 350 juta tahun lalu.

Saat itu bumi masih menjadi satu benua besar yang disebut dengan Pangaea dan kemudian terbagi menjadi Amerika utara dan selatan, Afrika, Eropa, dan Asia. Spesies kecoak diidentifikasi dari fosil yang ditemukan dari Zaman Karbon.

Mereka merupakan grup serangga utama yang fosilnya paling banyak ditemukan di Amerika Utara, Eropa, dan Pegunungan Ural (kini Rusia dan Kazakhstan). Itu mengapa Zaman Karbon disebut sebagai “The Age of Cockroaches” atau Era Kecoak.

Zaman Karbon mempunyai temperatur tinggi dan berubah drastis menjadi dingin dan kering. Perubahan iklim seperti itu telah menyebabkan kepunahan banyak flora dan fauna, namun kecoak mampu bertahan hidup hingga saat ini.

Sementara itu, kecoak diyakini mampu hidup pada suhu ekstrem. Pada fase instar kecoak (fase sebelum dewasa) jenis Blaptica dubia, misalnya, menurut sebuah riset, dapat bertahan hidup dari suhu -3,1 hingga 49,9 derajat Celcius.

Halaman
1234
Editor: Eddy Fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved