Ny Ida Giyarto,  Menjaga Nama Baik Polisi

Mendung yang menyelimuti langit Nagan Raya, Jumat (13/9) pagi, memancarkan suasana dingin di Suka Makmue Nagan Raya

Ny Ida Giyarto,  Menjaga Nama Baik Polisi
IST
Ida Giyarto

Mendung yang menyelimuti langit Nagan Raya, Jumat (13/9) pagi, memancarkan suasana dingin di Suka Makmue Nagan Raya. Di ruangan Kapolres Nagan Raya, Ny Ida Ariyani terlihat berdiskusi dengan suaminya AKBP Giyarto.

Ida Ariyani tampak senang menyambut kedatangan Serambi. Ditemani suaminya, Ny Ida Giyarto bercerita panjang lebar tentang pengalaman hidup dan program-progam yang dilaksanakan sebagai Ketua Bhayangkari Nagan Raya.

Sebelum menjadi istri polisi, perempuan kelahiran 7 April 1981 ini berprofesi sebagai seorang guru matematika di sebuah SMP favorit di Klaten Jawa Tengah. Setelah menikah dengan pujaan hatinya, Ida meninggalkan profesi tersebut dan setia mendampingi suami bertugas ke mana saja. Ia fokus mengurus keluarga dan membantu suaminya di setiap tempat tugas.

Selama menjabat sebagai Ketua Bhayangkari Nagan Raya, Ny Ida Giyarto bersama anggotanya melaksanakan berbagai program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Hal paling sering dia lakukan adalah, berkunjung ke rumah-masyarakat, melaksanakan kegiatan bakti sosial, membuka taman membaca, serta memberikan pengobatan dan pengecekan kesehatan secara gratis.

Ny Ida mengatakan, hal ini mereka dilakukan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan memperbanyak saudara. Menurutnya, dengan banyak saudara dan teman, tentu semua hal bisa dilakukan dengan mudah. Karenanya, ia selalu berusaha membina hubungan silaturahmi dengan masyarakat dan anggota Bhayangkari.

Selain melaksanakan kegiatan sosial, Ny Ida juga memberikan pelatihan kusus kepada anggota Bhayangkari. Di antaranya berupa kerajinan menyulap sampah plastik menjadi tas, tali ikat pinggang, tempat tisu, dan tempat aqua. Hasil kerajinan tangan itu pun bisa dipasarkan.

“Alhamdullilh, tas-tas yang terbuat dari sampah plastik karya kita terpilih untuk mengikuti bazar yang akan berlangsung di Jakarta Selatan nanti. Kita salah satu yang datang dari Aceh,” ujarnya sambil tersenyum.

"Luar biasa ya. Sebagai ibu Bhayangkari kita tetap memiliki tanggung jawab menjaga nama baik bapak-bapak polisi semua. Sehingga kita terus melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial, seperti membuka taman membaca dan bantuan-bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu,” ungkap Ny Ida Giyarto.

Selama menjadi Ketua Bhayangkari, Ny Ida Giyarto juga merasakan tantangan. Salah satu hal yang agak berat adalah menyamakan persepsi para anggota Bhayangkari. Namun hal itu masih bisa dilakukan secara perlahan-lahan.

Sebab tidak semua anggota Bhayangkari itu bisa aktif, karena selain harus menjadi ibu rumah tangga juga ada profesi tugas dinas lainya yang tidak mungkin diabaikan. Tapi setiap satu bulan sekali mereka tetap bisa berkumpul pada kegiatan arisan.

“Dari 214 anggota Bhayangkari di Nagan Raya hanya sebagian kecil saja yang kurang aktif yang disebabkan oleh kedinasan yang harus dijalankan. Selebihnya aktif semua,” jelasnya.

Kesibukannya sebagai Ketua Bhayangkari tidak membuat Ny Ida Giyarto melupakan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya. Ia dengan telaten mengurus suaminya AKBP Giyarto dan tiga orang anak mereka, yaitu Eriyco Maulidin Girda, Viono Nikmahu Girda, dan Dafa Mauluddin Girda.(sa’dul bahri)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved