Sabtu, 25 April 2026

Berita Aceh Singkil

Sensasi Naik Bungki Pelempoh Leja di Danau Bungara Aceh Singkil

Di pondok itu, tersedia kuliner lezat berupa ikan nila bakar yang dibesarkan di Danau Bungara

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Naik bungki pelempoh leja di Danau Bungara, Kota Baharu, Aceh Singkil, Sabtu (14/9/2019) 

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Air Danau Bungara, beriak ketika bungki pelempoh leja melaju pelan, Sabtu (14/9/2019) jelang tengah hari.

Semilir angin menerpa wajah ketika bungki menuju tengah danau. Sejurus kemudian hamparan pulau-pulau kecil memanjakan pandangan.

Suasana itu, menetralisir suhu tubuh yang meningkat, setelah berkendaraan 1,5 jam dari Singkil, ibu kota Aceh Singkil menuju Danau Bungara, di Kecamatan Kota Baharu.

Perahu pelepas lelah, itulah arti bungki pelempoh leja. Sesuai namanya mampu mengusir letih melewati jalan berkelok diapit pepohonan sawit.

Baca: Video - Parang Khas Ujung Bawang Warisan Turun Temurun di Aceh Singkil

Bungki pelempoh leja dinakhodai Hasan Basri Lingga, tokoh masyarakat setempat.

Sedangkan pemandu wisatawan yang naik bungki keliling Danau Bungara adalah Wanhar Lingga.

Perhau itu, didesain khusus oleh Hasan Basri. Di atas perahu terdapat pondok berukuran 3x3 meter, sehingga wisatawan yang naik bisa duduk nyaman.

Sebagai pengaman sekeliling perahu dipasang pagar cat warna warni.

Bukan sembarangan, warna cat merupakan ciri khas Suku Singkil. Begitu juga dengan penamaan perahu menggunakan bahasa Singkil.

Sensasi keliling naik bungki pelempoh leja, tidak melulu melihat hamparan air dan sembulan pulau di tengah Danau Bungara.

Baca: Bupati Ajak Warga Aceh Singkil Hadiri Tausiyah oleh Syekh Amran Waly

Wisatawan juga bisa bercengkrama dengan nelayan setempat yang sedang menjaring ikan.

Selesai mengelilingi danau terluas kedua di Aceh itu, haluan bungki pelempoh leja diarahkan ke lokasi sepeda air hasil kreasi M Ziin pelaku wisata Danau Bungara.

Wisatawan yang naik bungki milik Hasan Basri, dipersilahkan naik sepeda air.

Sensasi bersepeda di atas permukaan air itu cukup merogoh kocek Rp 10 ribu sepuasnya.

Puas naik sepeda air, kembali naik perahu pelempoh leja menuju pondok peristirahatan milih Hasan Basri Lingga.

Keliling danau sepuasnya naik perahu lagi-lagi hanya dikenakan tarif Rp 10 ribu.

Baca: Berawal Iseng-iseng, IRT di Aceh Singkil Ini Panen Rezeki dari Cabai Rawit, Manfaatkan Tanah Lumpur

Di pondok itu, tersedia kuliner lezat berupa ikan nila bakar yang dibesarkan di Danau Bungara. Ikan bakar tersebut disantap dengan sambal khas Danau Bungara.

Asap dari pembakaran ikan membuat air liur membanjiri mulut. "Sedap dan nikmat," ujar Nazar wisatawan yang berkunjung ke Danau Bungara

Wanhar Lingga, pelaku wisata Danau Bungara, mengatakan, kunjungan wisatawan ke daerahnya ramai setiap akhir pekan. Umumnya wisatawan datang naik bungki pelempoh leja berkeliling danau.

Ide pembuatan bungki pelmpoh leja, didasarkan atas tingginya animo pengunjung. Namun terkendala transportasi.

"Setelah ada bungki pelempoh leja, wisatawan aman dan nyaman keliling Danau Bungara," ujarnya.(*)

Baca: Ular Anakonda dan Buaya Bertarung, Saling Lilit dan Gigit, Siapa yang Kalah?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved