Baksos

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Gelar Bakti Sosial di Aceh Besar

Pihak prodi dan fakultas menyatakan sangat bahagia dengan terlaksananya kegiatan ini, sebagai wujud implementasi tridharma perguruan tinggi.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Gelar Bakti Sosial di Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS.COM
Mahasiswa Program Studi Agama-agama foto bersama di sela-sela bakti sosial di Dayah Miftahul Khairi Lambanot Paya, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Sabtu (14/9/2019). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Prodi Studi Agama-agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menggelar kegiatan bakti sosail (baksos) di Dayah Miftahul Khairi Lambanot Paya, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Sabtu (14/9/2019).

Dalam kegiatan baksos, para mahasiswa dan civitas akademika prodi itu melakukan gotong royong, cat musalla, santunan lansia, penanaman pohon, dan beberapa kegiatan lainnya.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh ketua Prodi SAA bersama para dosen, didukung penuh oleh himpunan mahasiswa prodi SAA dan seluruh para alumninya.

“Kegiatan baksos ini berlangsung satu hari penuh, dilanjutkan lomba TPA pada malam harinya,” kata Wakil Dekan III bidang mahasiswa dan kerja sama, Syarifuddin Abe.

Baca: Balai Latihan Kerja Banda Aceh Bekali Mentor dan Koordinator Pemagangan

Baca: Galacticos Peusangan Raya Siap Berlaga di Babak Enam Besar, Kompetisi Liga 3 PSSI Aceh

Baca: PPP Usulkan Tiga Nama ke DPP untuk Pilih Calon Wakil Ketua DPRK Aceh Utara

Dia mengharapkan, kegiatan tersebut bermanfaat untuk pengembangan prodi ke depan, mengingat ilmu dan kajian yang diajarkan selama ini cukup strategis dan sesuai dengan kondisi Aceh saat ini.

“Semua agenda baksos yang telah dijadwalkan berjalan lancar dan Alhamdulillah semuanya sukses. Bahkan masyarakat dan para dewan guru dayah dan santri menyambut baik acara ini,” katanya.

Pihak prodi dan fakultas menyatakan sangat bahagia dengan terlaksananya kegiatan ini, sebagai wujud implementasi tridharma perguruan tinggi.

“Melalui kegiatan ini bisa terjalin ukhuwah antara mahasiswa, dosen dan pihak dayah. Kemudian ketua prodi yakin banyak sekali ilmu dan pengalaman yang didapat langsung oleh mahasiswa terutama tata cara bermuamalah dengan santri dan masyarakat,” demikian ungkap Wadek III, Syarifuddin Abe. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved