Risdianty Saragih

Dokter Pengasuh Yatim dan Pemulung

Di akhir pembicaraan, sang dokter berpesan `Hidup sekali, karena itu jadilah orang yang bermanfaat. Sesungguhnya orang terbaik

Dokter Pengasuh Yatim dan Pemulung
FOTO/DOK PRIBADI
Risdianty Saragih, Dokter Spesialis Penyakit Dalam. FOTO/DOK PRIBADI

Di akhir pembicaraan, sang dokter berpesan `Hidup sekali, karena itu jadilah orang yang bermanfaat. Sesungguhnya orang terbaik adalah orang yang kemanfaatannya luas dan berdampak.’

Senin (9/9/2019) siang adalah hari di mana janji Serambi bertemu untuk wawancara dengan dr Risdianty Saragih MSc SpPD, dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam. Seperti biasa, siang itu cuaca di kota tersebut begitu terik hingga menyengat ke ubun-ubun. Seusai melaksanakan tugas rutin di RSUD, Risdianty menerima Serambi sekitar pukul 11.30 WIB, pada salah satu ruangan di gedung Yayasan Rumah Kita, kawasan Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam.

Gedung nan megah inilah yang digunakan dr Risdianty sebagai tempat pendidikan dan kegiatan sosialnya. "Sebagai amal jariyah, jika suatu saat saya sudah tiada," ujar Risdianty mengawali wawancara ketika Serambi menayakan motivasinya menghabiskan uang hasil jerih payah untuk membangun yayasan tersebut.

Perempuan kelahiran Pematang Siantar, 31 Mei 1979, ini pun kemudian menuturkan sederet kegiatan di Yayasan Rumah Kita yang semula bangunannya direncanakan menjadi tempat praktek umum melayani pasien. Ceritanya berawal pada pengalaman menghadapi pasien kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Karena itu, muncullah ide membuat yayasan sebagai wadah pendidikan dan sosial. Tanpa pikir panjang, istri dr Diva Musda Rusnadhi SpAn ini akhirnya mengubah fungsi gedung itu menjadi lokasi yayasan yang diberi nama Yayasan Rumah Kita.

Gedung yayasan inilah yang dijadikan dr Risdianty sebagai tempat bagi anak-anak dan remaja untuk berdiskusi tentang berbagai masalah, belajar TPA, membaca buku secara gratis, dan berbagai kegiatan belajar informal lainnya. Mereka dibina oleh Risdianty yang juga alumnus program magister dan spesialis penyakit dalam pada Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Saat ini, ada juga 25 anak asuh dokter Risdianty yang disekolahkan pada pondok pesantren hingga kuliah (S1) ke sejumlah lembaga pendidikan di Medan (Sumatera Utara) hingga ke Pulau Jawa. Anak asuh yang dibiayai Risdianty merupakan yatim piatu, anak fakir miskin, dan anak pemulung.

Untuk biaya hidup dan pendidikan 25 anak asuh tersebut, setengahnya ditanggung dengan uang pribadi sang dokter dan selebihnya oleh donatur. Sebab, sejumlah teman sejawat Risdianty dari Pulau Jawa, Medan, dan Aceh, turut mendermakan penghasilan mereka untuk anak asuh Risdianty. Tapi, bila ada biaya pendidikan dari donatur tersendat, tetap akan ditanggung oleh yayasan milik Risdianty.

Semua anak asuh yang disekolahkan harus menandatangi perjanjian yang isinya setelah menyelesaikan pendidikan mereka akan mengabdi ke yayasan tersebut. "Tujuannya, agar yayasan ini berkesinambungan. Sehingga ke depan akan banyak lagi anak-anak lain yang bisa dibiayai pendidikannya oleh yayasan," ujar putri kedua dari empat bersaudara pasangan H Saragih (almarhum) dan Ginah ini.

Di Yayasan Rumah Kita juga tersedia balai pengajian bagi anak-anak belajar Iqra' hingga hafiz. Risdianty juga membantu operasional rumah hafiz di pondok pesantren di Rundeng. Aktivitas lain di Yayasan Rumah Kita adalah dilaksanakan sejumlah agenda rutin seperti seminar keluarga dan anak, pendidikan, hingga pembelajaran umum lainnya. Ada pula taman baca anak-anak hingga pelatihan membatik dan membuat aneka kue khas Subulussalam.

Hal yang menarik lain yakni kebun edukasi di belakang gedung yayasan. Di sana terdapat puluhan komoditi palawija yang dikembangkan secara modern. Semua aktivitas ini digelar menggunakan dana yayasan dan jikapun dipungut biaya hanya sebagai pengganti snack atau konsumsi.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved