Safwan Idris Ditembak

Koalisi NGO HAM Minta Kapolri Buka ke Publik Kemajuan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Safwan Idris

Kapolda Aceh juga diharapkan segera memanggil Baharuddin (Pj Bupati Abdy tahun 2003) untuk dimintai keterangan terkait penyataannya pada tahun 2003 te

Koalisi NGO HAM Minta Kapolri Buka ke Publik Kemajuan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Safwan Idris
IST
Direktur Eksekutif Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad 

Laporan Subur Dani I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Momentum peringatan meninggalnya Rektor IAIN Ar Raniry Prof Safwan Idris, Koalisi NGO HAM Aceh mendesak Kapolri dan Komnas HAM untuk segera membuka ke publik kemajuan proses pengungkapan kebenaran kasus pembunuhan tokoh Aceh itu.

"Ingatan kami tidak akan lupa, dan sejarah ini terus kami wariskan ke anak cucu Aceh terus menerus," kata Direktur Eksekutif Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad. 

Baca: Saat Ditembak, Prof Safwan Sedang Print Berkas Untuk Calon Gubernur Aceh, Hari Itu Terakhir Daftar

Baca: Kisah Hidup Prof Safwan Idris, Mutiara Darussalam yang Hilang dalam Pusaran Konflik Aceh

Baca: Hari Ini 19 Tahun Lalu, Rektor UIN Ar Raniry Prof Safwan Idris Ditembak Dua Pria di Rumahnya

Baca: Saat Ditembak, Prof Safwan Idris tak Sempat Lihat Cucu Pertamanya Lahir, Diberi Nama Mirip Almarhum

Kapolda Aceh juga diharapkan segera memanggil Baharuddin (Pj Bupati Abdy tahun 2003) untuk dimintai keterangan terkait penyataannya pada tahun 2003 tentang ‘dugaan’ kelompok pembunuhan Safwan Idris.

Baca: 19 Tahun Misteri Pembunuhan Safwan Idris tak Terungkap, NGO HAM: Sketsa Wajah Pelaku Sempat Beredar

"Dan, Kapolda perlu memanggil perwakilan mantan kombatan GAM Aceh Rayek untuk dimintai keterangan terkait hasil dari upaya intelijen GAM sebagaimana yang diperintahkan almarhum Ayah Muni tentang pembunuhan Safwan Idris,” kata Zulfikar.

Sedangkan kepada Komnas HAM, Koalisi NGO HAM dan KKR Aceh meminta segera membentuk Tim Investigasi khusus untuk melakukan penelusuran tentang pelaku penghilangan paksa tokoh-tokoh Aceh dan memasukkan Irwandi Yusuf serta Baharuddin dalam daftar perlindungan saksi bersama 11 saksi lainnya yang telah diperiksa Polda Aceh pada tahun 2000.

Kronologi

Pagi itu, Sabtu 16 September 2000, sekira pukul 06.00 WIB, Rektor IAIN Ar-Raniry (sekarang UIN), Prof Dr Safwan Idris sedang memulai aktifitas pagi di rumahnya di Jalan Alkindi, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Setelah shalat Subuh, Prof Safwan yang terbiasa dengan berbagai aktifitas akademiknya sejak pagi buta.

Ia memulai kegiatan dengan mengoperasikan komputernya di ruang kerja rumahnya.

Halaman
1234
Penulis: Subur Dani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved