Festival Sastra Bengkulu 2019

Meski Diayun Gelombang, Penyair Tetap Baca Puisi dalam Pelayaran ke Pulau Tikus Bengkulu

Sejumlah penyair Indonesia dan Malaysia, tampil dalam acara baca puisi dalam boat pelayaran menuju Pulau Tikus Bengkulu, Minggu (15/9/2019).

Meski Diayun Gelombang, Penyair Tetap Baca Puisi dalam Pelayaran ke Pulau Tikus Bengkulu
For Serambinews.com
Penyair Putu Fajar Arcana membacakan tradisi lisan dari Bali dalam pelayaran menuju Pulau Tikus Bengkulu. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Sejumlah penyair Indonesia dan Malaysia, tampil dalam acara baca puisi dalam boat pelayaran menuju Pulau Tikus Bengkulu, Minggu (15/9/2019).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Festival Sastra Bengkulu (FSB), dihadiri puluhan penyair nasional dan penyair Bengkulu.

Meski dalam ayunan gelombang, hingga boat sedikit oleng, tapi tak menyurutkan semangat para penyair berekspresi.

Penyair yang ambil bagian dalam pembacaan puisi dalam boat itu, Kurnia Effendi, Syarifuddin Arifin, Putu Fajar Arcana, Fikar W. Eda, Pilo Poly, Wacana Minda (Malaysia) dan lain-lain.

Perjalanan menuju Pulau Tikus dari daratan Bengkulu ditempuh dalam waktu 45 menit menggunakan boat.

Para penyair membacakan puisi menggunakan pengeras suara mik Toa.

Pulau Tikus, sebuah pulau kecil tempat lampu suar.

Baca: Penyair Celana Joko Pinurbo, Temukan Kebahagiaan Saat Naik Angkot ke Pendopo Gubernur Bengkulu

Baca: Laga Pertama di Piala Menpora U-12, Wakil Aceh SSB Camar Laut Kalah 0-1 Atas Bengkulu

Baca: Festival Sastra Bengkulu 2019 Diisi Seminar, Workshop, Penerbitan dan Pembacaan Puisi

Tapi kemudian dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

Panitia FSB 2019, mengajak para penyair ke Pulau Tikus sekaligus menutup acara FSB yang sebelumnya dibuka Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved