Breaking News:

Festival Sastra Bengkulu 2019

Meski Diayun Gelombang, Penyair Tetap Baca Puisi dalam Pelayaran ke Pulau Tikus Bengkulu

Sejumlah penyair Indonesia dan Malaysia, tampil dalam acara baca puisi dalam boat pelayaran menuju Pulau Tikus Bengkulu, Minggu (15/9/2019).

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Yusmadi
For Serambinews.com
Penyair Putu Fajar Arcana membacakan tradisi lisan dari Bali dalam pelayaran menuju Pulau Tikus Bengkulu. 

"Ini forum bagi generasi muda sastra di Bengkulu," katanya.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga menyemangati keterlibatan generasi muda Bengkulu untuk lebih berperan lagi di masa mendatang.

Gubernur memuji penyelenggaraan FSB dan berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara reguler.

Baca: PSDM Alue Bilie Nagan Menang Dramatis Atas PSAG Gelanggang Gajah Abdya, Ini Tim Masuk 16 Besar

Baca: AS Tuding Iran Dalang Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi, Komadan Iran Siap Balas Bila Diserang

Baca: Ketua Forum CSR Aceh Tamiang: Kami tidak Pernah Dilibatkan

Penyair Joko Pinurbo menaruh harapan besar bagi kegiatan FSB di masa mendatang.

"Banyak hal yang bisa dipetik dari forum-forum seperti ini," kata Joko Pinurbo, sesaat sebelum terbang meninggalkan Bengkulu menuju Yogyakarta.

Harapan serupa disampaikan Kurnia Effendi. Ia melihat banyak potensi tersembunyi generasi muda dalam sastra.

Kurnia Effendi, salah seorang kurator antologi "Perjumpaan" yang diterbitkan Panitia FSB.

Penyair dan redaktur seni KOMPAS, Putu Fajar Arcana, saat di Pulau Tikus memimpin "upacara kreativitas kata" dalam satu permainan yang unik, melibatkan seluruh peserta. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved