SEURAMOE UMKM

‘Meurasa’ Dikenal Hingga Luar Negeri  

BUMBU masak aceh 'Meurasa' yang diproduksi di Jalan Rama Setia, Gampong Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh

‘Meurasa’ Dikenal Hingga Luar Negeri   
SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA
BUMBU MASAK - Owner Bumbu Masak Meurasa, Edi Sandra memperlihatkan tujuh macam bumbu kering masak aceh yang sudah dikemas, di rumah produksi Jalan Rama Setia, Desa Deah Glumpang, Kecamatam Meuraxa, Banda Aceh, Minggu (15/9/2019). SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA 

BUMBU  masak aceh 'Meurasa' yang diproduksi di Jalan Rama Setia, Gampong Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, kini sudah dikenal hingga ke luar negeri. Usaha yang sudah dimulai sejak 2016 ini dikelola oleh sepasang suami istri, Edi Sandra dan Darfina.

Kepada Serambi, Minggu (15/9), Edi Sandra mengatakan, bumbu masak aceh tersebut sudah dikirim ke Filipina, Jepang, Turki, Iran, Australia, dan sejumlah negara Eropa lainnya. Sementara di dalam negeri sudah ke seluruh Indonesia, termasuk ke Papua. "Ada yang dibawa sendiri dan ada juga yang kita kirim. Beberapa waktu lalu ada yang bawa ke Filipina dari suatu asosiasi yang memperkenalkan masakan aceh di sana melalui bumbu ‘Meurasa’, serta ada juga yang bawa ke Jepang ikut demo masak dan pakai bumbu masak meurasa juga," kata owner ‘Meurasa’.

Menurutnya, pembeli bumbu masak aceh tersebut kebanyakan orang Aceh di perantaun, atau orang luar yang pernah tinggal di Aceh. Saat ini total produksi yang dihasilkan per bulan sebanyak 6.000-8.000 sachet, angka ini naik dari 3.000 sachet per bulan sejak pertengahan 2019. "Permintaannya meningkat, tapi belum mampu kita pasok ke seluruhnya," ujarnya.

Edi menyebutkan, ada tujuh macam bumbu masak aceh yang sudah diproduksi yakni mi aceh, masak merah, kari aceh, masak puteh, gulai aceh, ayam tangkap, dan nasi goreng aceh. Bumbu-bumbu masak tersebut awalnya digiling basah kemudian dimasak selama 4-5 jam dengan suhu 80-90 derajat celsius kemudian digiling halus dan dimasukkan ke dalam kemasan.

"Yang kita produksi ini merupakan bumbu kering dan sudah mendapatkan label halal dari LPPOM MPU Aceh, dan sertifikat produksi industri rumah tangga dari Dinas Kesehatan Banda Aceh," ujarnya.

Dikatakan, satu sachet mi aceh bisa untuk memasak setengah kilogram mi kuning atau tiga bungkus mi instan. Apabila ingin lebih kental maka takaran mi-nya dikurangi dari takaran standar tersebut. Sementara bumbu masak lainnya per sachet bisa untuk memasak setengah hingga satu ekor ayam.

Ia menambahkan, konsumen juga bisa memperoleh bumbu masak aceh 'Meurasa' di swalayan 212 Keutapang, Lampriek, Lhokseumawe, dan toko retail lainnya dengan harga Rp 7.000 per sachet. Sedangkan per kotak dengan jumlah 10 sachet dijual Rp 65.000.

"Konsumen ada juga yang order langsung melalui instagram @meurasa atau facebook @meurasaa ataupun melalui reseller," kata Edi yang menyebutkan saat ini pihaknya juga sedang mencoba varian bumbu lainnya.

Dikatakan, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah juga meminta sebanyak puluhan ton bumbu masak Aceh dikirim ke negara itu untuk bahan masakan bagi jamaah haji dan umrah di Tanah Suci. "Namun belum mampu kita penuhi, sebab kemampuan produksi kita sangat kecil. Tapi akan mengarah kesana juga," kata Edi yang dengan usahanya tersebut bersama istri, sudah dapat mempekerjakan sebanyak enam orang.(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved