Salam

Pak Polisi, Pencurian Ban Kian Meresahkan

Bagai cerita bersambung, kasus pencurian ban dan pelek (velg) mobil terus terjadi di Aceh. Bermula di Bireuen pada 29 Juni lalu

Pak Polisi, Pencurian  Ban Kian Meresahkan
Dok Polsek Samalanga
Hilang-Empat ban dan pelak mobil Toyota Avanza Veloz milik H Basyir di Desa Matang Wakeuh, Samalanga Bireuen hilang, Sabtu (145/09/2019). 

Bagai cerita bersambung, kasus pencurian ban dan pelek (velg) mobil terus terjadi di Aceh. Bermula di Bireuen pada 29 Juni lalu, kejahatan itu kini merembet ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Korban baru terus berjatuhan dengan total kejadian 17 kasus.

Berdasarkan pendataan Serambi, enam kasus terjadi di Bireuen, lima di Aceh Barat, empat di Pidie dan Pidie Jaya, dan satu kasus di Aceh Besar. Insiden terparah terjadi di Aceh Barat pada 3 September lalu. Pada malam itu, lima mobil milik Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Barat yang diparkir di gedung lama PMI kawasan Suak Nie, Johan Pahlawan, menjadi sasaran maling. Sebanyak 14 ban dan berbagai macam onderdil mobil dicuri oleh pelaku yang hingga kini belum terungkap. Maklum, mereka beroperasi selalu dini hari, saat pemilik mobil sedang tidur lelap.

Itu juga yang terjadi di kediaman Murniati Ahmad. Sebagaimana diberitakan Serambi kemarin, warga Gampong Matang Wakeuh, Kecamatan Samalanga, Bireuen ini kaget bukan kepalang saat melihat mobil Avanza Veloz miliknya yang diparkir di pekarangan rumah sudah tak ada lagi ban dan peleknya. Empat roda mobil tersebut raib digondol maling.

Sabtu (14/9) pagi, seperti biasanya Hajah Murniati ke luar rumah pukul 06.00 WIB. Matanya langsung tertuju ke mobil Avanza yang diparkir tepat di pekarangan depan rumahnya. Avanza itu sudah tak ada lagi rodanya, diganti dengan potongan kayu dan besi bekas. Malah sepeda Pixie yang ia simpan berdekatan dengan mobil juga ikut hilang. Ia panggil suaminya, Basyir (59) yang pagi itu masih di dalam rumah. Haji Basyir melaporkan kejadian ini ke Polsek Samalanga.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan MSi, melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah SIK didampingi Kapolsek Samalanga, Iptu Bahrun, mengatakan, timnya saat ini sedang menyelidiki kasus tersebut serta memintai keterangan sejumlah saksi.

Pihaknya mengaku sedang mengintensifkan penyelidikan, karena ini merupakan kasus kelima di Bireuen yang dilaporkan ke polisi. Dua kasus lainnya tak dilaporkan korbannya.

Nah, dalam menyelidiki kasus ini, polisi tentulah membutuhkan peran aktif masyarakat, terutama untuk menginformasikan jika ada orang dengan gerak-gerik mencurigakan di lingkungannya. Mari kita bantu polisi dengan menjadi “polisi” di lingkungan masing-masing dan aktif melaporkan jika ada maling ban dan pelek mobil di sekitar kita.

Di sisi lain, kita juga sangat berharap polisi segera membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus yang jumlahnya sudah belasan ini. Yang juga sangat penting adalah kesepahaman di kalangan aparat kepolisian tentang kriteria kasus-kasus yang meresahkan masyarakat.

Apakah 17 kasus terjadi dalam waktu kurang dari tiga bulan dan mulai menyebar dari Bireuen hingga ke Aceh Barat belum cukup dianggap sebagai kejadian yang meresahkan? Tidakkah setiap pemilik mobil yang belum punya garasi tertutup atau hanya punya carpot (emper mobil) tak perlu risau bahwa mobilnya tinggal tunggu giliran saja dijarah ban dan peleknya, seperti yang terjadi di enam kabupaten/kota lainnya di Aceh?

Jujur saja, kita agak terhenyak ketika Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah mengatakan kepada wartawan koran ini pada 12 September lalu bahwa kasus pencurian ban dan pelek mobil di Aceh belum sampai ke tingkat yang meresahkan.

Kita patut bertanya, apa kriteria meresahkan di kalangan polisi? Lalu, apakah sama tolok ukurnya dengan yang dipahami warga? Dalam pemahaman awam, sepanjang korban terus berjatuhan, kasusnya sudah hampir 20, dan polisi belum berhasil mengungkap satu kasus pun, itu sudah sangat meresahkan. Belum lagi, jika kebetulan pencuri mobil dipergoki sedang beraksi, lalu mereka memukul atau menikam pemilik mobil. Apa inikah yang ditunggu, baru kasus pencurian ini dianggap meresahkan? Kasus-kasus ini sudah bikin pemilik mobil tanpa garasi tertutup galau dan tak nyenyak tidur. Polisi mestinya ikut mempertimbangkan hal ini sebagai keresahan yang mulai masif. Untuk memutusnya, maka temukan dan tangkap segera pelakunya! Tugas polisilah menghadirkan rasa aman, bukan meninabobokan masyarakat dengan wacana bahwa seolah Belanda masih jauh. Jadi, ya tenang saja!

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved