Tiyong Temui Tumin  

KETUA umum terpilih Partai Nanggroe Aceh (PNA) Samsul Bahri bin Amiren alias Tiyong bersama tim formatur melakukan silaturrahmi

Tiyong Temui Tumin   
SERAMBI/BUDI FATRIA
Samsul Bahri ( Tiyong) SERAMBI/BUDI FATRIA 

KETUA umum terpilih Partai Nanggroe Aceh (PNA) Samsul Bahri bin Amiren alias Tiyong bersama tim formatur melakukan silaturrahmi dengan ulama karismatik Aceh, Abu H Muhammad Amin (Abu Tumin) di kediamannya, Bireuen, Minggu (15/9).

Silaturrahmi itu dilakukan setelah dilaksana Kongres Luar Biasa (KLB) PNA yang berlangsung di Gedung AAC Ampon Syik Peusangan, Universitas Al Muslim, Bireuen, Sabtu (14/9/2019). KLB itu beragenda menggantikan Irwandi Yusuf dari ketua umum PNA.

Dalam pertemuan itu, Tiyong menceritakan kronologi terjadinya konflik di tubuh PNA yang berujung pada KLB. Dia menuturkan, konflik itu terjadi setelah Irwandi Yusuf yang saat ini ditahan di rutan KPK mengeluarkan surat pemberhentian ketua harian dan sekretaris jenderal (sekjen).

Irwandi memberhentikan Samsul Bahri alias Tiyong dari posisi Ketua Harian dan mengangkat Darwati A Gani yang juga istrinya. Irwandi juga menunjuk Muharram Idris menggantikan Miswar Fuady sebagai sekjen PNA. Tiyong menyatakan, pergantian itu tidak sesuai dengan AD/ART karena tidak dibawa dalam rapat pleno. Bahkan 17 Dewan Pimpinan Wilayah dan 224 Dewan Pimpinan Kecamatan menyuarakan untuk dibuat KLB dengan agenda mengulingkan Irwandi.

Setelah mendengarkan penjelasan Tiyong, Tumin kemudian menanyakan apakah PNA masih bergejolak setelah kongres. "PNA sekarang ada goyang. Jika tidak goyang lanjutkan (pimpin roda organisasi partai untuk) menyelamatkan partai," kata Tumin.

Tumin meminta Tiyong melanjutkan kepemimpinan partai dengan harapan bisa menyelamatkan partai dari perpecahan. Apalagi PNA sebagai partai kader. "PNA partai kader, harus selamatkan kader jangan sampai hilang akibat konflik internal ini. Jika tidak ada kader, partai akan mati," ungkap Pimpinan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang-Bladeh ini.

Dalam pertemuan itu, Tumin juga menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan dan berkembangnya PNA di partai barat selatan Aceh. Menurut Tumin, hal itu tidak terlepas dari peran Tiyong selama ini. "Salah satu kebanggaan lon terhadap gata, ka teupeumantap PNA ini sampai barat selatan. (Salah satu kebanggaan saya terhadap anda, sudah memantapkan PNA ini sampai barat selatan). Ini kebanggaan saya," kata Tumin.

Diakhir pertemuan, Tumin berharap agar partai lokal (parlok) bisa bersatu dalam satu koalisi membangun Aceh.

                                                                                                                        Pesan MTP

Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) PNA, Irwansyah menyampaikan selamat atas terpilihnya Tiyong sebagai ketua umum periode 2019-2024. "Alhamdulillah KLB sudah selesai. Selamat kepada saudara Samsul Bahri," kata Irwansyah, Minggu (15/9).

Dia berharap kepada kepengurusan baru untuk menjalankan amanah partai dengan baik dan bijaksana. "Kedepankan aturan yang menjadi pedoman dalam hal menjalankan amanah tersebut dengan baik, benar, dan bertanggung jawab," ujar dia.

Dengan selesainya KLB, Irwansyah berharap tidak lagi terjadi kubu-kubuan atau dualisme kepengurusan akibat konflik internal di partai itu. "Tahap awal setelah siap KLB tidak ada lagi kubu-kubuan, itu harus dilakukan. Mari sama-sama mengisi kepentingan partai lebih utama yang harus menyatukan kepentingan para kader," imbau Irwansyah.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved