Biaya Visa Umrah Naik Hampir Rp 2 Juta  

Mulai tahun 1441 Hijriah, Kerajaan Saudi Arabia meniadakan biaya bisa progressive sebesar 2.000 riyal bagi jamaah

Biaya Visa Umrah Naik Hampir Rp 2 Juta   
IST

BANDA ACEH - Mulai tahun 1441 Hijriah, Kerajaan Saudi Arabia meniadakan biaya bisa progressive sebesar 2.000 riyal bagi jamaah yang sudah pernah melaksanaka haji dan umrah, serta menaikkan biaya visa umrah sebesar 300 riyal atau Rp 1,2 juta bagi seluruh jamaah haji dan umrah. Kemudian diikuti dengan penambahan biaya visa elektronik dan biaya ground service di Saudi Arabia sebesar 198 riyal.

"Jadi kalau ditotal terjadi penambahan biaya umrah sebesar 498 riyal atau mendekati angka Rp 2 juta terhadap jamaah umrah yang akan berangkat tahun ini," sebut Ketua Koalisi Travel Umrah dan Haji Aceh (Katuha), Tgk Mahfud Ahmad Makam dalam siaran pers yang diterima Serambi, Senin (16/9).

Dikatakan, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan para pengusaha travel umrah dan haji khusus yang ada di Aceh. Pertemuan itu diadakan untuk membahas terkait perkembangan dan isu terbaru mengenai penyelenggaraan perjalanan umrah dan haji khusus tahun ini, khusus untuk provinsi Aceh. "Pertemuan itu juga bertujuan untuk menyatukan persepsi dan kesamaan pandangan agar terciptanya penyelenggaraan umrah dan haji khusus yang lebih baik lagi," ujarnya.

Sementara itu Tgk Lukman Nyak Neh yang juga merupakan putra Aceh yang telah lama menetap di Saudi Arabia dan sekarang menjadi salah satu operator visa umrah dan haji khusus terbesar di Indonesia melalui PT Lintas Iskandaria, mengatakan akibat peraturan dan kebijakan baru dari kerajaan Saudi Arabia ini mengakibatkan seluruh jamaah haji dan umrah di seluruh dunia harus menaati dan mengikuti peraturan terbaru tersebut.

"Hal itu dilakukan agar pelayanan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci dapat berjalan maksimal. Kita hanya dapat mengikuti dan mentaati aturan tersebut, karena itu adalah hak dan otoritas negara mereka," ujarnya.

Ia mengimbau kepada seluruh pengusaha travel umrah dan haji khusus yang ada di Aceh agar segera menginformasikan kepada calon jamaah terkait dengan penambahan kenaikan harga visa yang cukup signifikan tersebut.

"Masyarakat pun bisa segera tahu serta menyesuaikan pembayarannya kembali sehingga pelayanan dan keberangkatan calon jamaah  tersebut tidak terganggu. Kepada seluruh masyarakat Aceh ini adalah  keputusan yang dikeluarkan untuk seluruh jamaah umrah dan haji di seluruh dunia, jadi bukan hanya di Aceh atau Indonesia saja yang terkena dampaknya," demikian katanya.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved