Berita Aceh Besar

Lebih 73.000 di Aceh Pengguna Narkoba, Urutan Ke-12 di Indonesia, Tempat Rehabilitasi Perlu Ditambah

Kita mendorong pemerintah karena di Aceh harus ada balai rehabilitasi dan harus gratis. Kalau tidak, maka tidak sanggup memutuskan mata rantai ini

Lebih 73.000 di Aceh Pengguna Narkoba, Urutan Ke-12 di Indonesia, Tempat Rehabilitasi Perlu Ditambah
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Ketua Ikatan Keluarga Anti Narkoba (IKAN), Syahrul Maulidi bersama relawan anti narkoba berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, di Banda Aceh, Selasa (17/9/2019). Kunjungan itu diterima Manager Newsroom Serambi Indonesia, Bukhari M Ali. 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Lebih 73.000 penduduk Aceh adalah pengguna narkoba, dan jenis narkotika yang paling banyak digunakan berupa ganja dan sabu.

Angka ini menempatkan Aceh berada pada urutan ke-12 di Indonesia sebagai provinsi pengguna narkoba terbanyak.

Namun jumlah pengguna narkoba tersebut belum mampu direhabilitasi seluruhnya.

Sebab Aceh hanya memiliki lima tempat rehabilitasi dan masing-masing bisa menampung sampai 30 orang.

Baca: Nova Ancam Pecat ASN Terlibat Narkoba, Bupati/Wali Kota Se-Aceh Susun Strategi Pemberantasan

Baca: BNN Aceh Soroti Vonis Rendah Bandar Narkoba di Aceh, di Penjara Pun Bisa Kendalikan Narkoba

"Kita mendorong pemerintah karena di Aceh harus ada balai rehabilitasi dan harus gratis. Kalau tidak, maka kita tidak sanggup memutuskan mata rantai ini.

Rata-rata 50 persen yang sudah direhabilitasi balik lagi, karena lingkungannya yang tidak steril sehingga ia menjadi pengguna lagi," kata Ketua Ikatan Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Aceh, Syahrul Maulidi MSi saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Banda Aceh, Selasa (17/9/2019).

Kunjungan yang diterima Manager Newsroom Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali ini juga dihadiri sejumlah relawan anti narkoba Aceh yang berasal dari berbagai profesi, antaranya duta wisata, mahasiswa, Palang Merah Indonesia (PMI), dan lainnya.

Baca: MRI-ACT Aceh Ajak Siswa SMA Peduli Bencana Asap Riau

Syahrul menyebutkan lima tempat rehabilitasi yang ada saat ini berada di Lhokseumawe dan Banda Aceh, dan ada beberapa lagi yang sedang dalam proses di Bireuen dan Lhokseumawe.

Dikatakan, waktu normal untuk rehabilitasi itu enam bulan.

"Satu tempat bisa merehabilitasi sebanyak 60 orang, ada lima tempat jadinya ada 300 orang yang direhabilitasi dalam setahun. Itu kalau tidak kembali lagi ke tempat rehab dan jadi pemakai lagi," jelasnya.

Sebab itu, menurutnya, tempat rehabilitasi harus ditambah agar tujuh puluhan ribu pengguna narkoba di Aceh dapat ditangani.

Selain menambah tempat rehabilitasi, pencegahan narkoba juga perlu ditingkatkan ke semua lapisan masyarakat. (*)

Baca: Hati-hati Saat Cas HP, Jangan Sampai Bernasib Seperti Wanita Ini

Baca: Kepala BNNP Aceh Sebut Kini Aceh Lampu Merah Narkoba

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved